Rilis versi 1.0.4 software OpenOffice Password Recovery dari Intelore kemarin mungkinkan IT manager dan systems administrator memperbaiki password OpenOffice dan menghilangkan batasan aksi formatting dan pengeditan, sebagai contoh perlindungan sel dan ijin yang dikunci. Software tersebut juga mungkinkan perbaikan dengan cara brutal dan serangan berbasis dictionary, atau kombinasi keduanya.
“Bahkan jika Anda kehilangan password semua program dan dokumen OpenOffice Anda, solusi Intelore akan membantu lebih cepat dibanding program sejenis lainnya, karena OpenOffice Password Recovery mendukung proses simultan beberapa proyek perbaikan dengan bermacam profil serangan,” kata Dmitry Rozenbaum, chief executive officer untuk Intelore.
Walaupun password recovery tool yang dialokasikan untuk aplikasi Microsoft telah tersedia sejak 6 tahun lalu, OpenOffice Password Recovery adalah salah satu perangkat pertama yang tersedia secara komersil untuk produk open source. Tetapi ahli keamanan memperingatkan bahwa perangkat jenis ini mudah disalahgunakan.
“Perangkat macam ini dapat digunakan untuk aksi positif dan negatif,” ujar Graham Cluley, senior technology consultant untuk vendor keamanan Sophos.
“Peranti tersebut termasuk bisnis lawas dalam segmen software. Industri perangkat semacam itu tengah menjamur. Aplikasi tersebut sangat membantu, tetapi di tangan yang salah mereka agak mengancam keamanan,” tambahnya.
Seperti dikutip dari News.com, Cluley menyatakan bahwa IT manager dapat menerapkan aturan tentang siapa saja yang berhak memiliki akses ke perangkat itu pada sebuah jaringan bisnis.
sumber SDA Asia



