Judul buku : Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi hingga Masa Kini
Penulis : Antony Black
Judul asli : The History of Islamic Political Thought: from the Prophet to the Present
Penerjemah : Abdullah Ali dan Mariana Arietyawati
Penerbit : Serambi , Jakarta
Cetakan : I, Juli 2006
Tebal : 698 halaman

Islam boleh jadi merupakan agama yang paling kaya dengan pemikiran politik. Antony Black dalam buku ini menjabarkan bahwa pemikiran politik Islam terentang mulai masalah etika politik, filsafat politik, agama, hukum, hingga tata negara. Black juga mengungkapkan bahwa pemikiran politik Islam dipengaruhi oleh pemikiran politik Plato, Aristoteles, dan Iran kuno.
Tapi keragaman khazanah pemikiran politik Islam itu bisa dikatakan bermuara pada pemikiran tentang hubungan agama dan negara. Bolehlah kita sebut pemikiran para pemikir muslim yang menginginkan pemisahan Islam dan politik sebagai pemikiran politik Islam dan pemikiran yang menghendaki penyatuan Islam dan politik sebagai pemikiran Islam politik. Ketika sejak Revolusi Prancis agama Kristen relatif telah selesai membahas hubungan gereja dan negara–bahwa gereja harus terpisah dari negara—Islam masih berkutat pada persoalan yang satu ini, sejak zaman Nabi hingga zaman kini.
Pada zamannya, Nabi membentuk sebuah komunitas, yang diyakini bukan cuma komunitas agama, tapi juga komunitas politik. Nabi berhasil menyatukan berbagai komunitas kesukuan dalam Islam. Di Madinah, tempat hijrah Nabi, beliau berhasil menyatukan komunitas sosial, yakni kaum pemukim dan kaum pendatang. Lebih dari itu, di Madinah, Nabi juga berhasil mengatur kehidupan kaum muslim , Nasrani, serta Yahudi dalam komunitas “Negara Madinah” atau “masyarakat Madinah”.
Komunitas yang dibentuk Nabi di Madinah inilah yang belakangan acap dirujuk oleh para pemikir muslim , baik yang liberal maupun yang fundamentalis, sebagai masyarakat Islam ideal. Pemikir liberal lebih suka menyebut komunitas yang dibentuk Nabi di Madinah sebagai “masyarakat madani”, sedangkan mereka yang fundamentalis lebih nyaman menyebut “Negara Madinah”.
Di masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyyah (661-850 Masehi), pemikiran politik Islam didominasi oleh perdebatan tentang sistem pemerintah atau lebih tepatnya hubungan khalifah dan negara. Kedua dinasti Islam ini cenderung menganut sistem pemerintah atau sistem politik yang tidak memisahkan agama dan negara. Bahkan agama yang direpresentasikan oleh khalifah cenderung mensubordinasi negara atau kehidupan politik di kedua dinasti.
Tapi, sejak kira-kira 850 M, pemikiran dan praktek politik yang dominan di dunia muslim adalah yang memisahkan agama dan negara. Kekuasaan dibagi antara sultan yang mengatur urusan militer serta menegakkan hukum dan ketertiban dan ulama yang mengatur urusan sosial dan keluarga.
Sejak 1000-1200 M, para pemikir muslim, seperti Al- Mawardi , Nizam al-Mulk, Al- Gazali , Ibn Rusyd , serta Al-Razi, menawarkan pemikiran politik jalan tengah atau pemikiran politik keseimbangan. Di masa-masa tersebut, sultan dan ulama saling bekerja sama dan saling tergantung.
Namun, pada 1220-1500 M, ide penyatuan agama dan politik kembali mendominasi pemikiran para pemikir muslim . Pemikir muslim yang paling menonjol pada masa itu, yang menganjurkan pemerintahan berdasarkan syariat, adalah Ibn Taimiyah. Black sendiri dalam buku ini menyebut masa itu sebagai masa “syariat dan pedang”.
Puncak pemerintahan berdasarkan syariat berlangsung pada masa kerajaan-kerajaan modern yang meliputi Dinasti Utsmani , Dinasti Safawi , dan Dinasti Mogul. Tentu saja Dinasti Utsmani , yang berpusat di Turki, menjadi dinasti paling terkemuka. Dinasti ini disebut Khilafah Islamiyah . Namun, dinasti ini mengalami kemunduran dan dibubarkan pada 1924.
Kemunduran ini menandai mulai berpengaruhnya pemikiran politik Barat. Para pemikir yang diidentifikasi sebagai pemikir liberal bermunculan. Mereka antara lain Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh , yang menganut paham pemisahan agama dan politik. Berpijak pada kemajuan Barat, para pemikir muslim ini menawarkan pemikiran modernisme . Black menyebut masa ini sebagai abad modernisme .
Tapi kemajuan Barat dewasa ini memunculkan reaksi di kalangan pemikir Islam fundamentalis. Pemikir Islam fundamentalis paling terkemuka adalah tokoh Ikhwanul Muslim, Al- Maududi , serta Sayyid Qutb . Mereka menginginkan kehidupan masyarakat muslim dewasa ini mencontoh kehidupan di masa Nabi atau setidaknya masa kejayaan dinasti-dinasti di masa awal Islam. Itu berarti mereka menginginkan tidak adanya pemisahan agama dan politik.
Jika kita perhatikan materi pemikiran Islam sejak masa Nabi hingga masa kini seperti disajikan oleh Black dalam buku ini, nyaris tiada yang baru di situ. Tapi, bagaimanapun, pemetaan pemikiran Islam secara kronologis, sebagaimana yang dilakukan oleh Black, sangat membantu kita dalam memahami alur serta dinamika khazanah pemikiran politik dunia Islam. Melalui buku ini pula, kita tahu bahwa yang terjadi sesungguhnya adalah pertarungan antara pemikiran politik Islam dan pemikiran Islam politik.
Sumber Serambi Online




maaf pak gimana acaranya mendapatkan buku Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi hingga Masa Kin. mohon informasinya agar saya bisa mendapatkan buku tersebut.
alamat, jln Narodo, Gg Masjid gandok, pandean depok, sleman Yogyakarta.
Telp. 0274 547652
HP. 085869759201.
TERIMAKASIH
Assalamu’alaikum wr….wb
bangkit perpolitikan dunia islami, semuga sukses…..
Amien……..
jangan sampai perpolitikan ini menjadi musuh sesama saudara.
terima kasih,
tak pandang apapun agmanya ketika seorang beragama maka ia sudah berpolitik.
politik islam harus di kaji namun islam politik harus di sikapi dan diawasi
setuju cahair kan di islam kan ada imam, khalifah, amir, hakim apa itu bukan politik..
ini buku terbitan serambi. cari di soping pasti ada kok
saya mahasiswa S 2 IAIN medan,sedang mencari bahan tentang pemikiran politik Islam.dan tokoh 2 nya, dimana bisa saya dapat buku tersebut, hp.081360601055
alamat: Kantor Bupati Bireuen
Jln.T.Hamzah Bendahara No 1.
Bireuen – Acheh,
Mari waspada terhadap ide sekularisme dan pluralisme dalam berpolitik. Mengapa muslim lebih banyak mereferensi buku tulisan orang barat? apa kita sudah malas belajar dari guru-guru yang sesama muslim?
sekulerisme dan multikulturalisme bukan barang menakutkan mas…..
he3x!
edhenk
Mau pemikiran politik Islam …. !
Pelajari tuh perjalanan hidup Rasulullah saw. dan juga hadits-2 beliau + ayat2 Al-Qur’an yg terkait. gimana cara berhubungan dg segala jenis lapisan masyarakat/individu mulai dari kawan sampai lawan. .. semoga dibimbing ALLAH swt.
bukunya bisa di pesan gak…
sekedar bacaan dr orang barat tidak apa2, sayangnya banyak yang dibenarkan setelah membacanya. seharusnya kita membaca yang dari penulis muslim saja. Islam tidak mengenal sekulerisme, jadi tidak ada pemisahan islam dan politik. bisa lihat di kreasi flash melek politik diblogku; pinterpol.wordpress.com gratis
kok bisa deskripsikan politiknya para nabi.
kok bisa deskripsikan politiknya para nabi. gimana dapatin buku-buku terbaru tentang pilitik islam. nama farid saputra Hp. 081237090937
ISLAM ADALAH POLITIK UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT
Dalam menelaah sebuah pemikiran tanpa dasar yang bisa
dipertanggung jawabkan adalah sesat dan sering menyesatkan , hemat saya alangkah lebih baik pelajari dan bila kurang cari tahu dan bukan adu argumen kosong yang hanya untuk arogansi emosi logika.
jadi sebagian orang bisa dimaklumi bila berpendapat yang kadang tak sesuai dengan aturan yan diturunkan ALLOH SWT,
jadi tolong pelajari dulu Al Qur`an dan Assunnahnya . dan itu memerlukan hati yang penasaran untuk tahu dan memang ada keinginan untuk mencari mana yang benar antara aturan ALLOH SWT atau aturan bikinan manusia ( kumpulan manusia )yang cenderung egois ,serakah, jahil, culas, pelupa , pendosa dsb ( fitrah ).
jangan lupa kita lagi di uji untuk menjalankn perjuangan penerus Para Nabi.
semoga Daulah Dan Khilafah secepatnya tegak di negri ini.
AMIN
saya juga nyari2 buku-buku ini … trims infonya
SEMANGAT TERUS TUK EWUJUDKAN INDONESIA PENUH JAYA
ALLAHUAKBAR
menurut pandangan islam; tidak ada politik kecuali apa yang sejalan dengan syariat. jadi politik bukanlah tujuan hingga saking ngebetnya seseoran menghalalan segara cara untuk meraihnya. tapi politik hanyalah wasilah untuk mengatur dan menata keharmonisan hidup dinunia dan akhirat. yang menjadikan politik sebagai tujuan berarti mempolitisir islam atau memperalat islam. semangat terus ! dan perjuangkan islamisasi politik di Indonesia
Kesalahan kita adalah tidak mau mempelajari sejarah, masa keemasan islam masih harus digali dan dihayati, karena hidup ini bagaikan roda yangn berputar dari sejak masa nabi sampai sekarang pun inti persoalaannya sama, mari saling berbagi pengetahuan,……semoga kita sadar akan kenyataan hidup saat ini,.
bukunya menarik banget gmn tuh dapetinya,di tegal kox g ada yah,tlong juga gmn tuh partai2 islam yang mewarnai dinamika politik di dunia islam dan indonesia by:zawawi Hmi cab Tegal
BUKUNYA LUMAYAN MENARIK, MANG HARGANYA bRAPA? ALE AKU MAHASISWA FISIP KOK