Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.
Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al’haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.
RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O’Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?
Pengusaha Yahudi Kaya
Gavin O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O’Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahudi Terkaya Dunia versi Jew Watch . Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan Jewish Studies .
Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O’Reilly, sebagai ‘watchdog’ di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O’Reilly dan Gavin O’Reilly bisa kita simak di wikipedia.
Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai “media massa milik umat Islam Indonesia” yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?” (rz/eramuslim)


ini baru berita. Tapi sumbernya shohih g pak? salah satu share holdernya Republika adalah bp Haidar bagir yg jg CEO nya Mizan. Cb nanti saya tanya ke beliau ttg hal ini
dalam edisi hari Ahad belakangan ini terasa sekali sepublika semakin banyak menampilkan artikel2 yang menjurus kepada budaya hedonis – materialis. berita ttg masuknya seorang milyarder yahudi sebagai ceo ini dengan jitu telah menjawab pertanyaan2 kami selama ini.
di dunia ini apa sih yang tidak dikuasai oleh yahudi zionis? yahoo dan google pun konon juga dimiliki mereka. apa yang tersisa?
Jika memang berita ini benar mestinya ini “tamparan” bagi muslim. Tapi, ya, jangan juga kalang kabut karena kebakaran jenggot. Ndak perlu. Setiap perbuatan ada akibatnya. Perbuatan umat muslim di Indonesia, yang selama ini cenderung kontra-produktif dengan ekspansi bisnis (karena terlalu asyik dengan kepuasan spiritual individual), salah satunya berakibat pada fenomena spt ini. Mmg, ini dampak tak langsung.
Salam.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati kita.
Assalamu’alaikum wr wb…
Saya kenal akrab dengan beberapa orang di Republika. Namun yang paling akrab yaitu dengan Sekretaris Redaksi, Ustadz Fachrul Razi.
Melihat Republika dari dekat, baik berkunjung ke Mampang maupun dari tampilan korannya, rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Mereka para punggawa yang mengawal Republika, Insya Allah akan tetap memegang teguh tujuan diterbitkannya Harian Republika sejak pertama kali.
Mari kita kawal, kalau ada yang kurang beres, ayo kita tegur bersama.
wassalamua’alaikum
ananda fildza alifa
kota juang, bireuen, aceh
DALAM AL-QUR’AN DISEBUTKAN: kurang lebih begini bunyinya….”jangan jadikan orang diluar mukmin itu teman bagimu, karena dalam kata2nya dan perbuatannya mengandung kedengkian, didalam hati mereka lebih jahat lagi…”
Sy setuju dengan yg ini, berdasarkan pengalaman sy prinsip dan hatinya jauh beda dengan kita org muslim (yg mengamalkan Quran dan Sunnah)
Wah… cukup prihatin juga kalau memang betul begitu adanya, ..
dari aspek kapital mungkin baik. dari aspek visi, misi, mungkin perlu dilihat kedepan, mudah-mudahan konsisten. cuma mana yang nantinya lebih berperan yang mana ? penting : yahudi dikuasai atau menguasai ? kalau yg kedua, masya Alloh.
kenapa sich antara yahudi ataw tidak selalu dipermasalahkan. Khan muslim tidak memperkenankan rasialisme…. Apakah anda semua rasialisme????
Yang penting adalah kita hidup berdampingan dan rukun.
Masalah yahudi atau bukan merupakan urusan Allah dengan hambanya
Jangan takut karena ada yang mengatur, moga-moga kedepan atau lain waktu malah terbuka untuk masuk Islam. Seperti kisah Rosul SAW yang mau diracun, malah rosul melarang untuk dibunuh karena ada kemungkinan anak turunnya menjadi Muslim.
Kebaikan akan menghasilkan kebaikan
Mudah-mudahan jajaran Republika selalu dalam niat baik
Marilah kita bersama berdoa . . . Republika akan tetap dalam tujuan baik . . . memajukan umat Islam khususnya Indonesia
Amin
waah kalau benar orang yahudi sudah masuk bisa bahaya, apakah tak ada lagi orang islam yang kaya mau investasi di republika. semoga republika di rahmati allah.
saya menjadi ragu akan membaca republika,tapi saya tidak benci tetap akan saya selalu baca,kalau suatu hari ada berita yang membela atau mendukung yahudi maaf aja untuk membacamu.
Ass. Wr.Wb,
Salam untuk semua, agak miris dengernya, Bpk. Haidar Bagir kan ada di situ, beliau sangat peduli dan istikomah terhadap segala sesuatu yang di”embannya” jadi rasanya apa iya bisa kayak gitu “republika”……. salam untuk teman2 di YASMIN
Wahai kawan2 janganlah kamu berprasangka, karena Allah tidak menyukai orang yang berprasangka, dan perlu kita ketahui bahwa orang yahudi itu adalah bangsa yang di ciptakan oleh Allah juga, dan bahkan Nabi2 yang di utus oleh Allahpun banyak dari bangsa yahudi, mengapa kita selalu mewaspadai orang yahudi, bukankah Allah mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat kebajikan dan menebarkan kasih sayang, dan sekali lagi mari saudara2, kita tunjukan sikap kebersamaan dan kedewasaan kita kepada siapun dia baik Agama, warna kulit dan status sosial nya.
Kalau kita mengaku beragama dan beriman kenapa berpikir rasisme, aneh memang toh gak ada tuh agama yang rasis, apa ras tertentu harus jelek dan ras yang lain harus baik. Belum tentu kan? Berpikirlah yang jernih teman.
Dodo,anda perlu banyak membaca berita2 bagaimana 99% rabbi agama yahudi itu bersifat rasis, pengetahuan anda masih dangkal tentang bangsa yahudi dan doktrin agama yahudi, belajarlah dululah tentang agama yahudi, nanti anda akan tahu.
Sebenarnya tak ada masalah dengan yahudi, mereka tidak minta dilahirkan sebagai yahudi, jadi kita tak harus anti yahudi.
Yang harus dipermasalahkan adalah zionisme yang membawa ideologi rasis dan penjajah, kalau memang yahudi yang dimaksud adalah juga pendukung zionis, maka kita harus mengambil sikap.
Ya memang dalam situs republika akhir2 ini ada beberapa artikel yang berusaha menjauhkan negara Iran dari saudara muslim yang lain, makanya kita harus berhati-hati membaca berita, jangan menelan begitu saja tanpa berfikir apakah berita itu benar atau hanya sekedar fitnah belaka, terutama yang berkenaan dengan negara Iran, sebab hanya Iranlah satu2nya negara yang berani dan konsisten dengan perlawanannya terhadap zionisme dan penjajahan, sementara negara Islam yang lain pada tunduk tak berdaya.
sesungguh yahudi dan nashoro tidak ridho hingga kamu ikut cara hidup mereka
kita lihat saja kedepannya. bagaimana isi dan visi republika, bergeser tidak? kalau tidak dan malah bertambah kuat karena dukungan dana yg besar ya Alhamdulillah…Tidak selalu kita yg harus dimanfaatkan orang, kita dong yg harusnya pintar2 memanfaatkan orang (situasi)
Kenapa sensitif dengan Yahudi? Umat Islam tidak anti-Semit kan?
Kalo dia Zionis baru kita lawan!
WALANTARDLO ANTAL YAHUUDAA WALANNASHOOROO HATTA TATTABI’A MILLATAHUM……….
Yahhudi mana yang tidak Zionis?????
jagan takut untuk membaca HU REPUBLIKA hanya karena CEOnya seorang yahudi…….berita dan infonya itulah yang harus dicari, tentunya kita harus punya tindakan preventif untuk bisa memilih dan memilah materi yg terdapat didalam harian tsb jika tidak sesuai silahkan cari alternatif
Ya, ga apapa atuh, yahudi juga kan manusia, hrsnya kita berfikir kok bisa orang yahudi berbuat begitu,knp kita tdk? Spt mereka pinter n kaya. Sehingga ekonomi umat islam lebih baik. Betul yahudi n nasoro hrs diwaspadai,cuma apanya? tentunya ideologinya. bgmn cara kita menyikapinya? tentu dgn menjadikan kita lebih rajin,kaya,pintar dan lebih baik dari mereka(ahlikitab).
apakah republika dengan komisaris yang milyader yahudi itu tetap mampu konsisten dengan berita2 yang seperti dulu? ternyata uang memang lebih berkuasa di negri yang miskin ini.
jangan sifat rasisme menjadi budaya,……….. dan kita diajarkan untuk berbaik sangka,……………. maju terus buat republika,……..
Perlu waspada wahai Ikhwan, karena Negara yang paling benci dengan Ummat Islam adalah Israel, negaranya bangsa Yahudi.
Assalammualaikum WB, buat Republika
kalau kabar ini benar, harus dijadikan koreksi kenapa semua bisa terjadi? apakah republika sudah bangrut atau krisis kepercayaan atau memang isi berita harus dievaluasi. jangan menyalahkan orang lain yang masuk tapi mari intropeksi diri jangan mau menang sendiri yang selalu menyalahkan orang lain. Belajarlah dari segala kekurangan dan perbaiki kinerja yang baik Insya Allah ada jalan terbaik
republika g’ punya duit ya? kok mau sih sama orang YAHUDI?!!
Umat islam itu besar dan kuat.Tapi kalo udah terpecah ya lemah.Dan penjajah selalu punya cara utk memecah belah umat.Dari pura2 jadi ustad sampai nyebar2 duit.Dan urusan duit banyak yg tergiur ey
Sebuah pertanyaan besar sekaligus tantangan bagi umat muslim didunia.. mengapa Dunia dikuasai Yahudi…?
Mari kita sama-sama introspeksi diri, ini bukan karena mereka lebih pintar… karena otak manusia semuanya sama.
Satu hal yang bisa kita lihat yaitu mereka sangat kreatif… dan kita semua kalah kreatif oleh mereka.. salah..? eh betul..? he he he..
Saya paling seneng komentar dari Anda.
Masuk akal, otak sama, rajinnya beda.
Kita cuma bisa nyalahin tanpa ada solusi.
Bisanya cuma “BOIKOT Produk Yahudi!!!” Anak saya jadi kurang gizi Boss kalo maen Boikot aja…
Kasih solusinya donk….
kurang gizi karena boikot yahudi?????
ga masuk akal!!!!
emangnya tempe tahu punyanya yahudi?
coba berfikir bijak om… setiap kita belanja produk yahudi, secara tidak langsung kita memberi uang dan sumbangsih kita untuk mereka… uang yg kemudian mereka pake untuk mendzolimi saudara2 kita seiman…
boikot itu cukup memberi solusi….
jangan selalu kita berfikir bahwa mereka hebat dan kita payah….
ada koridor yang senantiasa mereka labrak tanpa aturan…. menghalalkan segala cara… satu hal yg tidak mungkin kita lakukan…..
pernah dengar istilah ‘istidraj’ ? kalo belum, read it!!
understand????
perlu dijelaskan seberapa besar share ABBA tersebut, cukup significan ndak. tapi perlu dicermati lebih jauh, apapun kondisinya kalau hal tersebut betul. Kita cukup prihatin
hii…mengerikan…!!but,just wait , see , n act
Perlu definisi ulang tentang Yahudi. Yahudi sebagai bangsa dan yahudi sebagai agama/ideologi. Kenyataannya bangsa yahudi ini ada yang beragama yahudi, Nashoro, islam dan ada yg atheis atau sebutan lainnya. Jadi jika yahudi sebagai bangsa maka mereka adalah ciptaan ALLAH. Jika mereka beragama selain islam maka ilham mereka sampai disana. Maka perlakukanlah mereka dengan baik selama mereka berbuat baik dan tidak melakukan pelanggaran kesepakatan bermasyarakat. Jangan memerangi mereka padahal mereka baik2. Jika mereka berlaku sebaliknya perlakukan dengan adil. Itulah sebaik2nya manusia. Klo ujug ujug perangi Yahudi…ya yang ngaku Islam begini yg disebut Telor iris …eh..Ralatin deh telor…nya. h h h
Rasulpun memiliki istri dari kalangan Yahudi, dan ketika para istri-istri beliau terjebak kasak-kusuk mendiskreditkannya maka langsung ditegur keras oleh beliau. Jadi sampai kapankah kaum muslimin bersikap rasial terhadap Yahudi ? tentu itu tidak baik untuk dilanjutkan…
ya Alloh apalagi ini???? Apa bener ???
Ass, saya penggemar membaca HU republika dimana beritanya menyejukan hati,tapi mengenai orang yahudi yang menanamkan saham di HUR,menurut saya kita semua kembali mengingat bahwa yang namanya yahudi dan nasrani tidak pernah senang dengan umat islam dimuka bumi ini, untuk itu dengan dalih apapun HUR harus waspada dan sangat lebih baik batalkan saja ( Kalau informasi ini betul ) dan cari orang – orang islam yang lebih kaya dari yahudi tsb. semoga allah swt selalu bersama ……..
Semoga saja itu tidak benar. Sebagai orang mukmin, segala sesuatu berita yang belum jelas sumbernya, harus dicek kebenarannya terlebih dahulu. Atau kita kenal dengan istilah tabayyun. Seandainya beritaitu benar, NA’UDZUBILLAH MIN DZALIK. Jangan sampai hal ini terjadi, sebab cendekiawan2 kita sudah banyak yang masuk perangkapnya Jaringan Islam Liberal.
melarat lebih baik, karena apapun yang halal hukumnya tetap halal….kaya kalau jadi budak dan tidakpunya harga diri apa artinya… masak hanya karena kurang modal saja ke Yahudi apa bangsa ini kurang cerdas… dan kurang kaya… mana ummat Islam terbesar jumlahnya di bumi Allah ini…. asak ga bisa ngatasi maluuu ah…..
Bismillah…Innalillahi wa Innailaihi Rojiun.
Ini suatu musibah besar bagi umat muslim dinegeri tercinta ini.Khususnya kami pelanggan koran Republika & Republika online…sangat kecewa sekali dan perlu muhasabbah apakah terus berlanggan dgn republika.Dalam Alquran jelas sekali dikatakan Bahwa Siapa kawan & siapa musuh umat muslim didunia…bagaimana solidaritas kita terhadap saudara kita di palestina?wassalam.amri
Israil pasti Yahudi tapi Yahudi tidak cuma Israil potemsi keYahudian ada pada setiap mausia (kita).
Maka buang sifat-sifat itu baru kita jernih memandang Yahudi
dan kita bisa mengendalikan mereka
Republika adalah “kitab” yang insya Allah terus menyerukan kalimah illah. Kami hanya sanggup berdoa semoga Allah senantiasa melindungi kita dari sifat licik dan dengki kaum kafir Yahudi.
Banyak pemurtadan, karena miskin termasuk di Kec.Sobang Lebak..Solusi ajari masyarakat berbisnis modal rendah yakni MLM-murni, bisa bermodal Rp.99ribu sudah menjadi mitra bisnis international.
Wassalam
Umar H
Kita sebagai orang Islam sekarang ini lebih permisiv. Dan pada jaman Rasulullah Muhammad pernah terjadi. Maka baca Al Qur’an surat At-Taubah ayat 107 dan 108 serta baca asbabul nuzulnya.
Masih perlukah bersikap permisiv? seberapa jauh?
Memang kita wajib untuk curiga dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, karena sudah diperingatkan Allah di dalam Al-Quran, Oleh karenanya kita wajib waspada….
Allah takdirkan manusia hidup berdampingan, muslim fanatik gak usah sok gak butuh orang non muslim. Muslim seluruh dunia kalau naik haji pakai pesawat airbus dan boeing, pengusaha muslim yg bergerak bid IT juga butuh komputer hardware software amerika. Orang2 FPI kalau konvoi juga pakai motor buatan jepang. Iran buat nuklir juga butuh ilmuwan komunis dari rusia dan korut. Al Qaida dan taliban pun butuh AK47 buatan rusia. Gak usah sok gak butuh!!
Awal berdirinya Republika dulu (sekitar tahun 90/91), dia menjual saham seharga Rp 5000 kepada umat Islam. Banyak yang beli karena terdorong euforia koran Islam. Gimana tuh pertanggungjawabanya?
innalillahi wainnailiahirajiun
nampaknya sunah menjadi sunnahtullah,mari kita pertahankan jati diri kita masing2.
mudah2an kalau benar ada sokongan dana yahudi semua pengelola introspeksi….relakah dikelola oleh mereka??
kita sebagai muslim lanta s mau gimana????
kembalilah ke al-qur`an siapa sebenarnya yahudi…ini,
Kalau menurut saya jangan salahkan orang luar akan tetapi orang dalamnya, mengapa ada orang masuk yang diterima menjadi masalah, apakah tdk ada orang Islam yang mau membantu HUR baik di dalam negeri atau di luar negeri, terutama negara Arab yang kaya minyak. Kalau jelas permasalahannya jelas mungkin negara Islam mau membantu HUR, sehingga mencari atau menerima orang luar yang menimbulkan masalah bagi pembaca setia HUR. Kalau hanya untuk permodalan coba dibuat Koperasi dengan anggota para pembaca setia HUR mungkin dengan jalan ini dapat ditempuh masalah keuangan yang penting dalam pengelolaan koperasi yang baik. semoga
Sejak lepas dari ICMI saya tidak pernah beli republika lagi, meskipun baca. Berita-beritanya sudah tdk sesuai dengan visi misinya. Tdk ada bedanya dengan koran lain. Tidak greget. Tidak cerdas.
Saya usul, supaya Pak Amien, Pak. Parni, P.Habibie bikiin Koran lagi aja. Pemimpin Umum Pak Parni Pemimpin Redaksi Pak Anief Punto. Saya kangen dengan tulisan-tulisan beliau seperti dulu. Sangat cerdas dan menggelitik.
banyak orang berkomentar tanpa berbuat.
Berbuat nyat itu lebih bagus dari pada berkomentar.
Daripada berkomentar negatif ke HUR mari kita bikin konsursium muslim untuk menggantikan milyader yahudi di HUR
Pertanyaan saya “BERANI GAK KOMENTATOR MENGGANTIKAN MILYADER YAHUDI YANG DI HUR (JIKA ITU BENAR )”
HUR ITU MM TAK KONSISTEN COBA TERBITAN SETELAH IDUL FITRI HANYA 12 HALAMAN BAYAR TETAP SAMA 69.000
COBA LIAT PERHALAMAN 30 – 50 % HANYA UNTUK IKLAN.
JANGAN SALAHKAN PELANGGAN PADA LARI KE HARIAN LAIN
GMN MANAJEMEN HUR
hi.. tolong donk kasih informasi ttg sejarah dialog jumat surat kabar republika
sungguh sangat berbahaya apabila Media / harian umum dikuasai oleh Yahudi dan antek2 nya…
bisa saja salah satu strategi propaganda mereka kepada bangsa…
Hati-hati !!!
Memang bener….. Sekarang isi nya ada 3 macam…:
1. Hedonis….
2. Conten islam
3. Menggiring opini publik untuk mendukung kaum kafir yg anti islam…..
Orang muslim Bangkok bercanda dengan saya, dia bilang begini Muslim itu klw kekiri haram, ke kanan haram, kedepan haram, ke belakang haram. Jadi kalau umat muslim miskin, ya bisa di pahami.Bukankah pedoman umat muslim itu adalah bahwa dunia itu penting namun akherat lebih penting.
Memang kita sulit melihat keIstiqomahan dalam suatu perjuangan dimana pada saat terjadi perubahan kepentingan atau perubahan ekonomi apalah namanya . Tapi yang jelas kita semua bakal diminta semua pertanggungjawaban didepan Sang Penguasa Alam Ini. Tapi dilihat satu sisi ada saja yang menjadi kekurangan tapi mungkin sisi lain ada untungnya . Nah disini perlu sikap dinamis agar perubahan itu masih dalam koridor atau tuntunan rosul dll.
iya, semestinya hati-hati terhadap musuh-musuh kita. Apa tidak ada yang lain, orang islam yang kaya yang mau menanam saham? kalau saya kaya saya mau menanam saham
Seblum saya baca berita yahudi masuk republika, akhir-akhir ini saya sudah merasakan sepertinya HUR Republika sudah mulai merusak akidah umat dengan mencampuradukkan berita yang benar-benar bernafaskan islami dengan berita yang berusa menggiring opini umat dan pembaca umum lainnya bahwa Islam identik dengan terorisme dan karena itulah Islam harus dienyahkan!!!! Masya Allah……..contohnya adalah berita terkait Osama Bin Ladin (OBL) yang ditulis oleh Hiru Muhammad tgl 13 Mei 2011 yang sangat tendensius menuduh bahwa benar OBL adalah teroris kelas wahid……tanpa mempertimbangkan sama sekali teori konspirasi yang selama ini sering kita baca/dengar……………..Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Roojiun buat Republika………
Iya, bahasanya ROL juga udah tidak nyaman lagi. Muslim radikal, kelompok garis keras? apakah seperti itu seorang muslim melabeli muslim yang memperjuangkan syariah?
coba kembali ke akar mslh sblm berkomentar,musuh republika dan ummat islam salah satunya adlh kemiskinan,mampukah kita mjd org kaya utk menegakan kalima Allah
saya pelanggan HU Republika…Saya sedih…dulu saya 100% percaya kepada Republika tapi setelah CEO nya org yahudi jadi mulai ragu nih, bukan kebencian kepada yahudinya tapi khawatir mereka mempengaruhi idealisme kita sebagai muslim, saya akan pantau terus isi HU Republika klo ada yg cenderung mempropagandakan kepentingan yahudi maka akan saya tinggalkan HU Republika ma’assalamah !
Aku tidak berani ngomong sing akeh, di Indonesia apa gak ada orang kaya, kalau kekurangan dana kenapa harus Yahudi yang nangkring di Harian Republika. yaaaaa…..mudahan issu ajalah !tks
duh, gimana ya, ini..
koq jadi begini ya?
Ya Allah….tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Selamatkanlah HUR sebagai petromaks umat
Sadarkanlah para petinggu HUR agar mereka tidak gelap mata. Amiiiin.
hmmmmmmmmm septi wayang wijoseno aja mas rpublika ni yang di belit ular naga …….tunggu aja air perwitosari yg kan mas dapat……….. yaa insya allah dg positif thinking and ojo lali waspadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa unyuk slalu ingat. viva mujahadahmu mas republika
Kalau mau dapat dana untuk menopang usaha, seperti penerbitan koran Republika ini, mari kita mengikuti aturan agama kita. Cobalah misalnya Republika berikhtiar mengetuk pintu Allah melalui bangun shalat malam bersama, semua awak Republika, Komisaris, ulama, cendekiawan, birokrat, dan masyarakat umum yang mau. Panggil kita-kita ini. Kalau perlu iklankan besar-besar di Republika. Shalat malanya dilakukan di Istiqlal. Jangan tanggung. Hadirkan ulama kita, Arifin Ilham, Yusuf Mansyur, Din Syamsuddin, Said Agil Siraj, Syafii Maarif, Azyumardi Asra, dst. Shlat malamnya dilanjutkan shalat subuh shalat dhuha. Tidak usahlah kita minta tolong kepada “orang lain” untuk menopang usaha kita ini karena pasti ada bargaining. Insya Allah usaha kita akan sukses. Saya siap membantu dana semampu saya. Terima kasih.
Assalaamu’alaikum. Ya, begitulah..
Saya berharap berita itu tidak benar.
Tapi kalau benar, ya wajar saja sebab Kalau awak republika memahami bisnis dalam kacamata bisnis adalah bisnis. selain itu jika Islam dibsiniskan wuiiih, untungnya besar sekali. contoh daging qurban di kalengkan, shodaqoh di depositokan, pengemis di beri dasi dan sedikit pengetahuan Islam, kenclengnya bukan lagi kotak amal, melainkan nomor rekening yang berisi rupiah yang bertumpuk.
Islam hanya ada dalam kajian, ujung lidah, tidak masuk ke hati, ingat ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah dianggap tidak adil oleh orang yang bersorban, berjubah dan berjenggot putih.Dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW memperingatkan, bahwa suatu saat akan muncul turunan dari orang tua tersebut orang yang imannya sebatas tenggorokan, tidak meresap ke dalam perilaku sehari-hari. Naudzubillahi mindzalik.
Wajar coy..
tidaklah heran inilah percaturan dunia perpolitikan.
please…. dech masa iya, umat islam indonesia ngga ada yang mampu modalin republika ? atau memang udah “keyahudian-yahudian” ?
yahudi memang Hebaaaaaat………………………………………………………
Celaka benar kita …
Semestinya PT. ABBA selektif dalam menerima modal asing, ingat amanah umat dan pendirinya. Saya termasuk salah seorang yang membeli sertifikat untuk modal pendirian HU Republika dulu ketika di gagas oleh Prof. BJ Habibie sebagai Ketua Umum ICMI.
Faisal A. Rani
yahudi tetap yahudi, biang kerok perusak dunia..
buat gue,,ada atau tidaknya diri kita,dakwah lillah billah akan tetap berjalan..!!
dan allah tidak akan merubah suatu kaum/ummat melainkan kaum ummat itu sendiri mau merubahnya..
majuuu…dan jalan terus hai mujahid dan mujaddid kaum musliminn,,
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ [التوبة : 32]
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32)
wduh,,trus baca apa donk,,produk koq semua dimiliki yahud ya,,ckckkckckcckkckkckckc
http://pertamax7.wordpress.com/2012/03/25/tour-de-semarang-musda-amj-ke-ix/
Hati-hati membaca tulisan
keliwatan banget de, ude de gan kalo tu bener, ane ga mau lg de baca koran nte!
yang penting ikuti jalan pikirannya si yahudi itu, adakah pikiran-pikiran yang mencoba untuk mengintervensi visi-misi republika. oke!
Dalam QS 5:82, Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.
akhir ayat (QS 5:64), Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi akan selalu berbuat kerusakan di muka bumi