TEHERAN – Kelompok Jundullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan ke sebuah pertemuan keamanan di sebelah selatan Iran yang menewaskan 42 orang, beberapa di antaranya elit Pasukan Garda Revolusi.
Dilansir Press TV, Senin (19/10/2009), serangan oleh kelompok yang dipimpin Abdolmalik Rigi itu menargetkan pertemuan antara para pemimpin suku Sunni dan Syiah di Kota Pisheen yang berbatasan dengan Pakistan. Sejumlah petinggi Garda Revolusi (IRGC) tewas dalam peristiwa itu.
Ledakan yang hari Minggu waktu setempat itu juga merenggut jiwa para pemimpin suku dan tokoh-tokoh penting komunitas Syiah dan Sunni.
Jundullah merupakan kelompok teroris yang berbasis di Pakistan dan terafiliasi dengan Al Qaeda. Jaringan teror ini telah melakukan banyak pengeboman dan kekerasan di Iran.
Pada 2007 Sunday Telegraph mengungkapkan bahwa CIA menciptakan Jundullah dengan tujuan untuk perubahan rezim di Iran. Surat kabar itu juga menyatakan badan intelijen AS berupaya mendestabilisasi Iran dengan memasok persenjataan dan uang kepada Jundullah.
Laporan lainnya oleh ABC juga mengungkapkan bahwa pejabat AS telah memerintahkan Jundullah untuk memainkan serangan gerilya mematikan di Republik Islam, menculik pejabat Iran, dan mengeksekusi mereka di hadapan kamera, seluruhnya sebagai bagian dari program yang bertujuan menggulingkan Pemerintah Iran.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan Press TV, saudara Abdolmalik Rigi, Abdulhamid, juga membenarkan bahwa pemimpin Jundullah memiliki hubungan dengan agen-agen AS. Rigi bahkan mendapatkan USD100.000 dalam satu pertemuan dengan agen AS untuk memicu sektarianisme di Iran.(jri)



