Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2006

StopBadware.org lakukan klasifikasi versi terbaru software AOL dengan kategori badware . Pada penginstalan AOL 9.0, tanpa sepengetahuan pengguna terjadi penginstalan juga software tambahan seperti RealPlayer dan QuickTime.

Hal terburuk yang terjadi adalah pasca deinstalisasi, program-program tersebut tidak dapat disingkirkan secara keseluruhan.

Selanjutnya intervensi otomatis software AOL dalam Internet Explorer ikut juga dikritisi. Input favorit diadopsi dan terjadi penginstalan AOL Toolbar.

Setelah aktifasi awal program tersebut muncul AOL Deskbar dalam task list milik user . StopBadware.org sendiri disponsori oleh Google, Lenovo, dan Sun.

Iklan

Read Full Post »

Jakarta (ANTARA News) – Microsoft Indonesia akan tetap mendukung program pemberdayaan informasi teknologi (IT) di dalam negeri untuk mengatasi ketinggalan Indonesia dibanding negara-negara lainnya.

“Upaya Microsoft untuk meningkatkan pemberdayaan IT Disampaikan oleh Dirut Microsoft Indonesia Tony Chen, ketika berkunjung ke Istana di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ketertinggalan Indonesia dalam IT terutama disebabkan kesenjangan digital di Indonesia masih tinggi. Penetrasi PC (personal computer) sangat minim, hanya sekitar 2 persen dari total populasi yang memiliki PC.

Data pemakaian PC di lingkungan Sekolah Dasar saat ini satu PC untuk 1.900 siswa, sementara pengguna internet baru mencapai kurang dari 10 persen, katanya.

Faktor penyebab kesenjangan digital, lebih lanjut dia mengatakan diantaranya biaya yang cukup tinggi untuk infrastruktur TI dan tarif pemakaian internet yang masih mahal bila dibandingkan negara lain.

Indonesia saat ini sebagai negara dengan tingkat pembajakan tertinggi di dunia atau menduduki posisi ketiga di dunia sebagai negara dengan jumlah pembajakan terbesar, katanya.

Padahal, menurut dia, apabila angka pembajakan bisa diturunkan hingga 10 persen saja akan membuat pertumbuhan IT ekonomimeningkat tiga kali. Pemasukan pemerintah di sektor pajak dapat meningkat lima kali dan ke tersediaan lapangan pekerjaan di IT akan meningkat 13 kali. Hal tersebut juga akan menurunkan ranking Indonesia dalam Priority Watch List, tuturnya. (*)

Read Full Post »

Judul Novel : Jejak Sang Bramacorah, True History of The Kelly Gang
Penulis : Peter Carey
Penerjemah : Mita Yuniarti
Penyunting : Anton Kurnia
Penerbit : Serambi, 2006
Tebal buku : 686 halaman

  MASALAH yang selalu muncul dari sebuah sistem sosial-politik yang terlampau sederhana terletak pada demikian mudahnya seseorang yang berkuasa memperlakukan dengan sangat tidak adil mereka yang tidak memiliki akses kuasa. Istilah ‘sederhana’ di sini dimaksudkan sebagai masalah bagaimana sistem tersebut dalam dirinya sendiri memungkinkan individu-individu yang berkuasa menggunakan posisinya secara semena-mena demi kepentingan pribadinya. Dalam sistem demikian tidak ada sanksi yang membuat seseorang jera apabila bertindak di luar batas ukuran-ukuran kemanusiaan.

Dalam situasi seperti ini yang ada sebatas mereka yang berkuasa dan mereka yang dikuasai, mereka yang menindas dan mereka yang ditindas. Bagi mereka yang dikuasai dan tertindas jalan yang tersisa adalah mendiamkan semua kekejaman itu sampai mati atau mengambil tindakan yang ekstrem: mengangkat senjata dan meneror.
Gambaran tersebut bisa dikatakan cara yang sangat baik untuk menarik benang merah novel Jejak Sang Bramacorah karya Peter Carey dari judul asli True History of The Kelly Gang. Novel yang bahan dasar ceritanya diambil dari fakta sejarah Australia, tepatnya wilayah Victoria, paruh kedua abad ke-19. Tokoh utama novel ini, Ned Kelly, merupakan keturunan Irlandia yang dalam darahnya sudah kental dengan kekerasan dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.
Sejak kecil, tepatnya usia 3 tahun, Ned Kelly sudah mengalami bagaimana kekerasan dan kekejaman menjadi bagian hidupnya. Ia kehilangan ayahnya pada usia 12 tahun dan sampai ayahnya meninggal tersebut ia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya beberapa kali keluar-masuk penjara.
Ned Kelly merupakan bramacorah yang paling ditakuti di wilayah koloni Victoria. Bersama tiga orang lainnya, antara lain Dan Kelly, adiknya, mereka meneror para aparat keamanan yang berbuat tidak adil terhadap para pendatang Irlandia. Mereka merampok bank dan memberikan uangnya kepada penduduk miskin, melindungi dari para kekejaman aparat kepolisian, dan mereka memiliki kekuatan yang sanggup membuat pemerintahan Australia kala itu demikian khawatir.
Ned Kelly, nama panggilan dari Edward Kelly, setelah ayahnya meninggal tak bisa ditolak ia menjadi tumpuan dari keluarganya. Ia harus membajak, bercocok tanam, mengurusi puluhan sapi perah, dan yang paling parah harus menghadapi lelaki-lelaki iseng yang menginginkan tubuh ibunya. Dan sesungguhnya dari sinilah awal kebencian Ned Kelly kepada para penguasa koloni Victoria. Para lelaki iseng itu kalau tidak para berandalan pengecut macam Harry Power, Bill Frost, George King, dan James Kelly, paman Ned Kelly sendiri, tentu aparat kepolisian. James Kelly adalah lelaki pertama yang menginginkan Ellen Kelly, ibu Ned Kelly, tidur bersamanya. Oleh sebab ditolak dengan kasar dan mendapat perlawanan oleh Ned Kelly, rumah janda empat anak itu akhirnya dibakar James Kelly.
Boleh dikata perlakuan semena-mena terhadap keluarganya semenjak kedatangan James Kelly yang notabene pamannya sendiri itulah yang membuat darahnya bergolak. Saat itu ia baru berusia 13 tahun dan mengetahui bagaimana lingkungannya benar-benar biadab. Dan seolah sudah menjadi jalan hidupnya, Ned Kelly remaja menerima begitu saja tawaran ibunya untuk ikut bersama Harry Power, seorang bramacorah yang ditakuti. Walaupun apa yang ia terjadi tidak sesuai dengan yang ia harapkan, dengan Harry Power-lah masa awal pembentukan Ned Kelly yang nantinya menjadi seorang bramacorah melebihi semua bramacorah yang ada di koloni Victoria, tidak juga si Harrry Power. Dalam masa penyergapan oleh pemerintah koloni Victoria pada tahun 1880 dikerahkan 100 polisi dan disebarkan sayembara 1.000 pounsterling untuk Ned Kelly, hidup atau mati.
Keputusan Ned Kelly membentuk geng bersama tiga orang lainnya yang kemudian mendapat pengikut yang jumlahnya sangat banyak dari para penduduk yang secara sistem tersingkir berawal dari penghinaan seorang polisi bernama Fizpatrick terhadap adik perempuan Ned Kelly di rumahnya. Polisi ini memperlakukan adik perempuannya tak ubahnya seorang pelacur dan saat Ned memperingatkan tindakan itu si polisi malah mengeluarkan pistolnya. Di sinilah Ned Kelly menembak pergelangan tangan Fizpatrick. Dan sebagaimana seorang aparat yang pengecut dan licik, Fizpatrick melaporkan bahwa Ned Kelly telah berusaha membunuh seorang polisi, sekalipun polisi ini meminta ampun untuk tidak dibunuh dan tidak akan mengatakan apa pun tentang kejadian itu.
Ned Kelly tidak ada pilihan lain dan menyingkir ke tempat di mana ia bersama Harry Power dulu pernah tinggal dan belajar menjadi seorang perampok. Saat itu Ned Kelly berusia dua puluh empat tahun. Ia masuk hutan dan bersama gengnya melakukan penembakan tiga dari empat polisi yang berencana membantai mereka. Di situ posisi geng Kelly sudah sangat jelas di mata negara maupun masyarakat. Mereka yang berada dalam posisi yang diuntungkan sistem dengan segera akan mengutuk tindakan geng Kelly, sedangkan mereka yang dirugikan sistem akan mendukungnya. Sebab geng Kelly dalam melakukan perampokan bank, pemilik perkebunan besar, bukan dihabiskan untuk dirinya sendiri tetapi dibagikan kepada penduduk yang membutuhkan. Selain itu, dengan kehadiran Geng Kelly polisi tidak lagi bertindak semena-mena seperti tatkala tidak ada Geng Kelly.
Di sini menjadi jelas bagaimana definisi pahlawan dan bramacorah terletak pada siapa dan dalam kondisi apa memandangnya. Sebagaimana si Peter Carey sendiri menggunakan sudut pandangannya dalam novel ini. Si Ned Kelly digambarkan sebagai sosok yang demikian menderita semasa kecilnya dan tiada henti sampai kemudian menjadi seorang bramacorah yang tersohor sekalipun baru berumur dua puluh empat tahun.
Yang paling menarik dari tindakan Ned Kelly ini bukan karena kemiskinan yang menderanya, melainkan oleh ketidakadilan dan kesewenang-wenangan terutama mereka yang memiliki otoritas, polisi, sebagai bagian terpenting aparatur negara saat itu. Ini sudah ditekankan semenjak awal bahwa bukan kemiskinan yang membuatnya berontak tetapi penghinaan yang tumbuh di dalamnya (hlm 28). Dan ini secara konsisten dipertahankan oleh Peter Carey sepanjang 686 halaman dengan akurasi dan detail yang memukau bagaimana tindakan-tindakan fatal si Ned Kelly sehingga menjadi buronan paling dicari bukan lantaran kemiskinan, tetapi penghinaan dan ketidakadilan oleh penguasa. Pernyataan Ned Kelly ini sangat masuk akal sebab saat itu tanah perkebunan berlimpah, tanah demikian subur, dan peternakan berkembang cepat. Persoalannya sumber daya tersebut tidak berada di dalam sistem ekonomi, sosial, dan politik yang mendukung, tetapi sebaliknya, justru membuat sumber daya alam tersebut nyaris tidak berguna.
Namun, terlepas sejauh mana akurasi fakta yang diangkat dalam novel ini dan bagaimana si Peter Carey merekonstruksikannya dalam sebuah kisah fiksi, yang jelas novel ini sangat enak untuk dinikmati. Novel berbentuk surat yang dimasudkan penulisnya, si Ned Kelly, kepada anaknya yang belum lahir dari seorang perempuan pelacur Mary Hearn. Ned Kelly berharap apabila ia tidak lagi dapat menemui anaknya oleh sebab kematian yang tak dapat ia duga namun terasa dekat baginya, maka melalui cara itulah ia melakukan pembelaan kepada apa yang telah ia perbuat. Sebuah pembelaan yang terasa sangat nuansa moralnya dibandingkan dengan sebuah pledoi dari rasa bersalah karena alasan malu di depan umum.
Cara bercerita novel karya Peter Carey yang tenang ini dan dapat dikatakan sederhana namun dengan masalah yang sangat mendasar mengenai ketidakadilan seakan memberi jawab bukan saja karena cara berceritanya sebuah novel menjadi sangat menarik, melainkan karena tema yang diangkatnya dan bagaimana menghayatinya.

IMAM MUHTAROM , Bergiat di dunia buku dan menulis cerita pendek

Read Full Post »

Bandung (ANTARA News) – Observatorium Bosscha Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) memperkirakan puasa Ramadhan 1427 Hijriah akan dimulai pada 24 September 2006 berdasarkan perhitungan astronomi.

Pakar astronomi Observatorium Bosscha F-MIPA ITB, Moeji Raharto, kepada ANTARA News, di Bandung, Selasa, mengatakan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, maka pada 24 September 2006 merupakan pelaksanaan hari pertama puasa, sedangkan pada 23 September 2006 merupakan Shalat Tarawih pertama.

Menurut dia, pelaksanaan hilal agaknya tidak bisa dilakukan pada 22 September 2006, karena terbitnya bulan lebih cepat enam menit dibandingkan terbenamnya matahari.

Ia mengatakan, ijtima pada 22 September 2006 terjadi pada 18.45 WIB, ketika kedudukan bulan di seluruh Indonesia masih berada di bawah cakrawala atau horizon.

“Dengan demikian, untuk melakukan hilal sendiri tidak bisa dilakukan pada 22 September tersebut, melainkan pada 23 September 2006”, katanya.

Sementara itu, Kepala Observatorium Bosscha F-MIPA ITB, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengamatan hilal bersama-sama tim dari Departemen Agama (Depag), dan dijadwalkan dibawa ke sidang itsbath (penetapan) dimulainya puasa Ramadhan 1427 Hijriah.

“Kegiatan pengamatan hilal tersebut sudah rutin dilakukan oleh Observatorium Bosscha bersama-sama dengan Depag”, katanya.

Dalam pengamatan hilal itu bisa saja terganggu oleh keadaan cuaca, apalagi berawan ketika tenggelamnya bulan sangat rendah, tambahnya. (*)

Read Full Post »

Ahmadinejad tantang Bush untuk berdebat masalah-masalah internasiona

Amerika Serikat mengabaikan tantangan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, untuk mengajak debat televisi dengan Presiden Bush. Gedung Putih menganggap ide itu sebagai sekadar pengalihan perhatian dari keprihatinan dunia atas ambisi nuklir Iran.   ahmadinejad

Pemimpin Iran itu berbicara dua hari sebelum tenggat waktu PBB jatuh bagi Iran untuk menghentikan pengayaan Uraniumnya atau menghadapi sanksi dunia internasional.

”Saya usulkan perdebatan dengan Bush, Presiden Amerika Serikat, yang ditayangkan langsung di televisi, mengenai masalah-masalah dunia, dan cara-cara menyelesaikan masalah-masalah masyarakat internasional,” kata Ahmadinejad di sebuah konferensi pers di Teheran.

Ahmadinejad juga mengatakan tak seorangpun bisa mencegah Iran untuk bisa menguasai tekhnologi nuklir untuk tujuan damai.

Amerika dan sekutunya bercuriga Iran sedang berusaha membangun senjata nuklirnya.

Read Full Post »

Oleh: Gugun El-Guyanie
Judul Buku: Krakatau, Ketika Dunia Meledak
Penulis: Simon Wincheste
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

JAUH sebelum Gunung Merapi, wedhus gembel, dan Mbah Maridjan menjadi perbincangan Indonesia bahkan dunia, Krakatau adalah fenomena mahadahsyat yang mengawal sejarah dunia modern.
Pukul sepuluh pagi lewat dua menit, Senin, 27 Agustus 1883, ledakan itu menghenyakkan segala perubahan dalam sejarah perjalanan anak manusia. Ia adalah sebuah gunung berapi yang memiliki kombinasi sifat yang menakjubkan, indah sekaligus berbahaya, sulit diramalkan dan tak bisa dilupakan.
Simon Winchester, penulis berbakat yang memiliki back ground keilmuan geologi dan juga sejarawan, menghidupkan kembali peristiwa yang sudah mulai memfosil itu. Krakatau yang dihadirkan oleh Winchester bukanlah bencana alam yang biasa.
Namun, merupakan sebuah fenomena yang memiliki efek domino terhadap perubahan sosial, politik, ideologi, ekonomi, teknologi, bahkan merambah pada pergeseran agama dan kebudayaan. Dengan mengerahkan segala energi dan potensinya yang rumit, bercabang-cabang, melompat dari disiplin ilmu yang satu ke disiplin ilmu yang lain, dengan disajikan dalam gaya bercerita yang indah, telah melahirkan kesadaran baru mengenai geopolitik kontemporer.
Peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam catatan sejarah manusia modern tersebut menghancurkan 165 desa serta menewaskan 36.417 orang. Bukti geologis menunjukkan bahwa banyak gunung-gunung berapi yang lebih besar dan lebih dahsyat daripada Krakatau.
Namun, ledakan Krakatau dianggap terbesar kelima dalam sejarah geologi planet ini. Gunung Toba dan Tambora di Hindia Belanda, Taupo di Selandia Baru, dan Katmai di Alaska dianggap jauh lebih besar, setidaknya dihitung dari banyaknya material yang mereka lontarkan ke langit dan ketinggian yang dicapai oleh lantaran bahan-bahan itu (hlm 303).
Teknologi komunikasi pada waktu itu, misalnya (kemajuan telegrafi yang dikenalkan oleh Samuel Morse, pemasangan kabel bawah laut, maraknya agensi-agensi baru) memungkinkan bangsa-bangsa yang paling maju di dunia ini tahu tentang ledakan itu persis pada waktu peristiwa tersebut sedang terjadi.
Tetapi pada saat yang sama, pengetahuan geologis yang terbatas, dan hanya berkembang dengan amat pelan, yang berhasil mereka capai pada waktu itu tidak mampu memberikan penjelasan yang bisa meredakan kekhawatiran-kekhawatiran mereka mengenai semua hal yang mereka ketahui. Ketakutan dan kekhawatiran juga melanda penduduk yang berada pada radius ribuan mil dari tempat kejadian.
Dogma keagamaan pada waktu itu hanya mengabarkan sisi mistik-primitifnya yang mencengkeram jutaan manusia, bahkan terhadap masyarakat yang perkembangan pengetahuan dan teknologinya lumayan pesat.
Nenek moyang mereka yang masih dibelenggu tradisi politheisme akan menjelaskan bahwa letusan Krakatau yang mahadahsyat itu karena para dewa sedang marah. Bagi mereka yang berpijak pada ramalan Alkitab, bahwa dunia mereka akan pecah berantakan, dan bahkan kiamat, menjadi bayang-bayang kegalauan umat manusia pada waktu itu (hlm 21).
Bencana besar pertama di dunia setelah ditemukannya telegraf bawah laut benar-benar menjadi magnet yang menyedot perhatian manusia sedunia. Koran dan surat kabar membincangkan dan mengurai tentang tragedi yang benar-benar up to date itu. Kata-kata dan frasa-frasa yang selama ini tidak dikenal manusia di belahan dunia jauh (seperti Jawa, Sumatra, Selat Sunda, Batavia) tiba-tiba menjadi pergunjingan lidah seluruh penduduk bumi. Fenomena modern 27 Agustus 1883 yang istimewa juga telah melahirkan apa yang disebut sebagai ‘desa global’.
Berita atas kejadian monumental ini juga ditulis pada abad ke-19 oleh seorang pujangga terkemuka Keraton Solo, Raden Ngabehi Ronggowarsito dalam Pustaka Raja Purwa. Dalam seratnya, Ranggawarsito menulis, “Setelah banjir mereda, gunung Kapi yang meletus berkeping-keping itu, dan daratan sekitarnya berubah menjadi laut, dan pulau tunggal itu (Jawa-Sumatra) terpecah menjadi dua bagian. Kota Samaskuta, yang terletak di pedalaman Sumatra, berubah menjadi laut, airnya sangat jernih, dan setelah itu disebut Danau Sinkarta. Peristiwa itu menjadi asal usul terpisahnya Sumatra dan Jawa.” Gunung Kapi yang disebut di atas maksudnya adalah Krakatau (hlm 167).
Kendatipun Ranggawarsito banyak diragukan terutama oleh para cendekiawan yang berusaha menjadikannya referensi bagi penelitian historis yang serius, namun merupakan kebanggaan bagi bangsa kita sendiri yang jauh tiga abad lalu telah memiliki seorang intelektual, pujangga yang juga memiliki sensitivitas global. Krakatau ternyata telah mengangkat seorang cerdik pandai pribumi yang sampai kini masih menjadi perdebatan ketika berhadap-hadapan (vis a vis) ilmuwan Barat yang merasa lebih modern.
Ranggawarsito sebagai simbol kearifan lokal tidak hanya menandai momentum di Kerajaan Solo semata, tapi juga mengembara untuk seluruh Pulau Jawa, bahkan menguasai sejarah-sejarah bangsa Eropa. Kini kita kehadiran fenomena Mbah Maridjan yang meruntuhkan segala arogansi keilmuan Barat modern ketika tak kuasa menjawab misteri Gunung Merapi di Jawa Tengah beberapa bulan yang lalu.

Letusan Krakatau telah membuat orang Belanda di Hindia Timur kehilangan pegangan. Imperialisme juga telah tergoyahkan, serta keyakinan diri orang Hollander tengah dihajar. Bersamaan dengan itu, novel Max Havelaar yang ditulis Multatuli, seorang Belanda yang simpati atas penderitaan orang pribumi, memiliki pengaruh besar di seluruh Nederland untuk sadar akan tindakan yang di luar batas perikemanusiaan. Orang-orang yang ketakutan dan kehilangan harta menjadi terpisahkan dengan pemerintah Belanda yang paternalistis. Krakatau pula yang mendorong mereka untuk mencari kenyamanan dan stabilitas melalui Islam. Dan Islam yang menentang kolonialisme itu menawarkan pembebasan dari segala ketakutan dan kehilangan harta dengan sepenuh hati.

Gugun El-Guyanie, pustakawan KUTUB, Yogyakarta

Read Full Post »

Hello world!

Anti Zionis
Selamat datang di ALbahar BLog (albahar.wordpress.com). Anda dapat melihat segala macam yang bermanfaat disini. Jika Anda tertarik dan mempunya info yang bermafaat buat orang banyak, silahkan kirim info tersebut ke BLog ini.

Salam Administrator

Read Full Post »