Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2007

Petaka Sodom dan Gomora

Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern.

Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam, sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling.

Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga tipe virus influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun manusia dan tipe B serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus tipe A masih terdiri atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N (1-9). AI sendiri sudah terdeteksi sejak 1978 di Italia, tetapi AI subtipe baru dengan virus H5N1 pertama kali terdeteksi di Hongkong tahun 1997. Sejak itu, flu burung menjadi mirip AIDS, menimbulkan gejolak atas bisnis perunggasan, sekaligus mengancam hidup manusia.

Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum menjadi wabah yang mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi massal dan mendunia, dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, antibiotik, dan obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. Inilah pemicu utama terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah agroindustri peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Wabah sapi gila di Inggris juga kutukan. Virus penyakit gila ini sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak pernah menjadi wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris terlalu rakus. Limbah dari rumah potong hewan, terutama tulang-tulang—terdiri tulang domba, kambing, sapi, babi, dan ternak lain—digiling dan dicampurkan ke konsentrat. Tujuannya adalah efisiensi. Dampaknya, terjadi degradasi genetik dan penularan penyakit. Penyakit gila yang sebelumnya hanya menyerang domba berjangkit pula ke sapi.

“Nuggets” dan sosis tulang

Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam petelur, yang akan dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus dibuang. Jika DOC jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya hampir tidak ada. Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan langsung dimasukkan ke penggilingan dan dicampurkan ke pakan. “Kanibalisme” inilah antara lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, sekaligus ikut berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru.

Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi dan ayam), nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, sebenarnya bukan dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah rumah pemotongan hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit daging yang masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan disebut MBM atau meat and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak, termasuk unggas.

Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut meat and debone meal (MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan campuran industri sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM menjadi bahan utama makanan pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang dimaksud MDM unggas sebenarnya semua limbah ayam digiling, sebab sekeras apa pun tulang ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan nuggets. Kita tidak pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen Makanan Olahan Daging (National Association Meat Producer = NAMPA), berapa persen sebenarnya kandungan MDM pada tiap sosis dan nuggets. Jangan-jangan sudah 100 persen.

Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan hukum alam, sekaligus hukum Allah. Sapi dan domba aslinya herbivora. Dalam industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal. Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing. Tetapi mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik menjadi kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru menetas pun, harus kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk mereka. Ini sudah lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora.

Limbah dari AS

Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat “penyimpangan” atas hukum alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya mereka tidak menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging dada. Kulit, daging paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. Apalagi kepala, leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. Lembaga konsumen AS juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling begitu saja dan dijadikan pakan. Kasus sapi gila di Inggris membuat rakyat AS lebih waspada.

Ke manakah limbah yang masih layak makan itu dibuang? Tentu ke negara yang penduduknya banyak dan ekonominya lemah. Sasaran utama membuang paha dan sayap ayam adalah RRC, India, dan Indonesia. MDM hasil penggilingan limbah unggas juga dibuang ke negara berkembang dan negara miskin. Untuk sarana pembuangan, kota-kota besar di negara berkembang siap dengan restoran cepat saji dan pasar swalayan. Saat memungut sosis ayam dan nuggets, ibu-ibu pasti tak pernah membayangkan, bahan utama produk itu bukan daging, tetapi limbah.

Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan pengusaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi). Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima petaka Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung.

Sumber: Kompas Jumat 19 Januari 2007 

Iklan

Read Full Post »

Judul Buku : My Name Is Red
Penulis : Orhan Pamuk
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta

BARAT dan Timur telah menjadi kutub yang sama-sama menyimpan kekuatan dan misteri yang tak bisa disatukan.”East is east and west is west and never the twain shall meet (timur adalah timur dan barat adalah barat; keduanya tidak akan pernah bertemu)”, begitulah ungkapan ekstrem sastrawan terkemuka Inggris Rudyard Kipling.

Di tengah kekeruhan kondisi semacam itu, ada bintang yang baru telah terbit di timur seperti dinyatakan The New York Times, yaitu Ferit Orhan Pamuk, penulis kelahiran Istanbul,Turki, 7 Juni 1952. Orhan Pamuk yang baru-baru ini ditulis sebagai the people who shape our world(orang yang membangun dunia kita) oleh media tersebut, hadir dengan sosok yang kontroversial.

Novel Benim Adım Kırmızı (Namaku Merah) yang telah diterjemahkan dalam 24 bahasa, termasuk bahasa Indonesia,membuktikan dirinya sebagai sosok yang berani melawan arus. Pernyataan Pamuk pada Oktober 2005 bahwa ”tiga puluh ribu orang Kurdi dan sejuta orang Armenia dibunuh di negeri ini dan tak seorang pun kecuali saya yang berani berbicara tentang hal ini,” mengundang kecaman keras dari pemerintah Turki karena dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap orang Turki, Republik atau Dewan Nasional Agung Turki.

Dalam bulan itu juga, delapan sastrawan terkemuka dunia––Josi Saramago (Portugal),Gabriel Garcia Marquez (Kolombia), Gunter Grass (Jerman),Umberto Eco (Italia), Carlos Fuentes (Meksiko),Juan Goytisolo (Spanyol),John Updike (Amerika Serikat),dan Mario Vargas Llosa (Peru)––sepakat menerbitkan pernyataan bersama dan mengecam tuduhan atas Pamuk sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Keberanian itu membuat Pamuk diperhitungkan di kancah dunia internasional.

Bahkan,saat ini, demi mempermulus upaya Turki diterima menjadi anggota Uni Eropa,Pamuk ditunjuk sebagai duta Turki untuk melobi Uni Eropa.Tidak heran jika pada Oktober 2006,Pamuk mendapat anugerah sebagai pemenang hadiah Nobel Sastra yang diumumkan oleh Komite Penghargaan Nobel Norwegia (12/10/ 2006), menyusul Naguib Mahfouz, yang mendapat hadiah Nobel Sastra 1988, dan pada 30 Agustus 2006 lalu mengembuskan napas terakhirnya.

Novel My Name is Red ini meramu teka-teki misteri, roman, dan filosofis yang berlatar di Istanbul pada abad ke-16. Dengan yakin, Pamuk mulai bereksperimen dengan teknik-teknik pascamodern dalam novelnovelnya, suatu perubahan dari naturalisme sempit dalam karya- karya sebelumnya. Pamuk berbeda dengan peraih Nobel Sastra sebelumnya, termasuk dengan Naguib Mahfouz, sebagai penulis Arab realis.

Meskipun keduanya sama-sama penganut realisme sastra yang merekam secara tajam dinamika kehidupanArab-Islam,pada diri Pamuk terdapat keistimewaan dalam melakoni teknik cerita yang unik dengan pelbagai karakter yang tidak tampak dan selalu bergantian menggodok— tidak melulu emosi dan imaji, tetapi juga kejelian membaca— pembaca. Karya-karya Pamuk kerap menggelisahkan, dengan plot yang rumit dan memikat, serta penokohan yang kuat.

Watak tokoh dalam novel Pamuk ini seakan-akan tak ada, selalu dalam proses, dan narasi bergerak ke tujuan yang tak begitu jelas, dan seperti dikatakan Goenawan Mohamad, tak harus seratus persen dipahami. Mencermati tokoh dan karakter yang dikembangkan Pamuk seperti membayangkan suatu konstruksi yang hilang kemudian berjalinan datang dan menjelma sosok yang misterius.Seperti itulah misteri yang terus digodok-godok Pamuk meramu novel ini.

Misteri pembunuhan,yang menjadi main point novel ini, terhadap Elok Effendi dan Enishte Effendi, sebagai miniaturis senior dalam sebuah bengkel lukis,dihadirkan dengan pertalian karakter dan tokoh yang bergantian. Sosok tokoh Hitam yang paling banyak muncul dalam jalinan cerita dan selalu dituduh sebagai pelaku pembunuhan, datang dan menghilang sebagai sosok yang benar-benar hitam.

Sehingga misteri tentang pembunuhan pun menjadi runyam, hitam dan tetap bertahan menjadi misteri. Meskipun ada sebuah bab yang sedikit menguak dan membuka kran tentang misteri pembunuhan itu (hal 669-706), munculnya tokoh aku dalam bab 58: Aku Akan Disebut Seorang Pembunuh, lagi-lagi membuat gusar pembaca.Karena si ”aku” yang dituduh seorang pembunuh dan mengaku membunuh Elok Effendi itu kembali menjadi bayang-bayang misteri ketika si ”aku” tak bisa diidentifikasi.

Dalam hal inilah, novel ini menjadi sangat kaya, dan pembaca ditantang mengembarai karakter demi karakter tokoh yang dihadirkan secara misterius oleh Pamuk. Sekat-sekat yang telah mendikotomi barat dan timur pun lebur di tangan Pamuk.Semua menjadi satu karena Barat dan Timur adalah kepunyaan Allah, kata-nya.(hal.699)
[sumber: Serambi Online]

Read Full Post »

Kecelakaan pesawat Adam Air dengan penumpang lebih dari 100 orang tanggal 1 Januari 2007 di Sulawesi Barat mengingatkan kembali pentingnya memperhatikan keselamatan penumpang dalam perjalanan udara.

Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan kepada BBC, penghematan dan efisiensi di maskapai penerbangan tiket murah berdampak terhadap kinerja pilot dan teknisi perawatan pesawat.

Seorang pilot juga mengakui bahwa terjadinya kelalaian dalam memperhatikan keselamatan penumpang itu bukan semata-mata kesalahan pilot. Sistem dimana pilot itu bekerja mempengaruhi cara kerjanya. Oleh karena itu pembenahan tidak hanya dari faktor pilot atau teknisi perawatan tetapi sistem dan budaya dimana maskapai penerbangan itu beroperasi.

Lalu bagaimana mempertahankan standar keselamatan penumpang bagi setiap maskapai penerbangan khususnya perusahaan penerbangan dengan tiket murah bisa dijaga ? Apa upaya yang bisa dilakukan untuk semua maskapai penerbangan? Apa tindakan terhadap para pelanggar standar keselamatan ini ?

Kirim pandangan Anda dengan menelpon nomor telpon bebas pulsa BBC di 0800 140 12 28 pada hari Selasa dan Jumat setelah pukul 18.30 WIB dan 20.30 WIB.

Sampaikan komentar atau pendapat anda setelah mendengar rekamanan pesan dari kami.

Anda juga bisa mengirim pandangan anda ke email indonesian@bbc.co.uk atau mengisi formulir di sebelah kanan. Jangan lupa nama dan asal kota Anda.[BBC Indonesia]

Read Full Post »

Beckham ke LA Galaxy

David Beckham akan meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan klub Amerika, LA Galaxy pada akhir musim kompetisi ini.

Mantan kapten tim nasional Inggris itu akan menandatangani kontrak lima tahun.

Beckham mengatakan kepada Reuters: “Minggu ini Real meminta saya mengambil keputusan tentang masa depan saya dan menawarkan untuk memperpanjang kontrak saya selama dua musim kompetisi lagi.”

“Setelah menimbang beberapa pilihan untuk tetap di Madrid atau pindah ke klub Inggris dan Eropa, saya memutuskan untuk bergabung dengan LA Galaxy.”

Dalam pernyataannya, Beckham mengatakan: “Saya ingin berterima kasih kepada para pendukung dan orang-orang di Madrid yang membuat saya dan keluarga saya betah, dan saya mengambil keputusan ini dengan berat hati.”

“Saya sangat menikmati masa-masa di Spanyol dan saya sangat berterima kasih kepada Real yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk bermain bagi tim yang hebat dan para penggemar yang menakjubkan.”

“Saya bangga sudah bermain di dua klub terbesar di sepakbola dan saya menanti tantangan baru.”

“Saya akan terus memberi 100% upaya saya kepada pelatih, rekan-rekan dan para pendukung sampai saya pindah, karena saya yakin Fabio Capello akan membawa klub ini dan para penggemarnya meraih sukses.”

Beckham meninggalkan Manchester United pada bulan Juli 2003 dan pindah ke Real Madrid, dengan bayaran £25 juta.

Namun, tiga setengah musim kompetisi sejak kedatangan Beckham, Real gagal meraih piala apapun.

Musim pertandingan sangat mengecewakan bagi Beckham, yang tidak dipilih masuk ke tim Inggris oleh pelatih Steve McClaren dan tidak masuk ke dalam tim inti Real Madrid.

LA Galaxy pada bulan November mengakui mereka berniat mengontrak Beckham, ketika manajer klub Alexi Lalas mengatakan kepada BBC bahwa dia mengagumi mantan kapten Inggris itu.

Landon Donovan, bintang Galaxy, mengatakan kedatangan Beckham akan menjadi dorongan besar bagi liga utama sepakbola Amerika, MLS.

“Ini adalah impian yang menjadi kenyataan karena Beckham mungkin adalah pemain bola paling terkenal di dunia.”

Dan pelatih tim nasional Amerika Serikat menambahkan: “Sudah banyak kemajuan yang kami capai sejak liga dibentuk 11 tahun lalu.”

“Tetapi kami terus berusaha membuat olahraga ini mendapat perhatian dan sudah jelas kedatangan David Beckham ke LA akan semakin mengangkat sepakbola.” [sumber: BBC Indonesia]

Read Full Post »

Belasan serpihan, termasuk pecahan ekor pesawat Adam Air yang hilang sejak 1 Januari telah ditemukan nelayan di lepas pantai Sulawesi selatan.

Salah satu kepingan logam itu berasal dari tailfin (sayap belakang) pesawat Boeing 737 dan memiliki nomor seri pesawat Adam Air yang hilang.

Benda-benda lain ditemukan di beberapa tempat terpisah.

Wartawan setempat melaporkan beberapa bagian tempat duduk pesawat, termasuk jok berwarna abu-abu, terdampar di pantai tak jauh dari Pare Pare.

Selain itu, warga juga menemukan serpihan pelampung berwarna oranye.

Benda-benda itu dikumpulkan di kantor Polres Barru, Sulawesi Selatan sebelum dikirim ke Posko SAR Gabungan di Lanud Hasanuddin, Makassar untuk diteliti lebih jauh.

Belum ada satu dari 102 penumpang atau awak pesawat itu ditemukan sejak pesawat penumpang itu menghilang 1 Januari dalam penerbangan Surabaya ke Manado.

Kelegaan

Setelah melakukan pemeriksaan nomor seri, tim SAR memastikan pecahan itu berasal dari bagian kanan ekor pesawat Boeing 737 Adam Air yang hilang.

“Pagi ini saya mengumumkan telah ditemukan bagian dari pesawat Adam Air. Yang ditemukan adalah stabiliser dengan nomor 65C25746-76,” kata Marsekal Pertama Eddy Suyanto yang memimpin misi SAR kepada wartawan.

Suyanto menambahkan kepingan dari pesawat itu ditemukan oleh nelayan
Kamis dini hari waktu setempat setelah benda itu tersangkut dalam jaring.

Tailfin itu ditemukan sekitar 300 meter dari pantai di dekat kota pesisir Pare Pare, Sulawesi Selatan, katanya.

Kabar ini disambut ungkapan kelegaan oleh kerabat penumpang dan awak yang menunggu kabar tentang anggota keluarga mereka yang ikut hilang bersama pesawat Adam Air.

“Saya menangis ketika mendengar, tapi kini saya lega,” kata Rosmala Dewi, yang putrinya bertugas sebagai pramugari dalam penerbangan tersebut.

“Setidaknya kita kini mendapatkan tanda [tempat pesawat mendarat],” kata dia kepada kantor berita Reuters.

Pencarian berlanjut

Suyanto mengatakan masih belum jelas apakah pesawat itu jatuh ke laut atau meledak di udara.

“Dengan demikian pencarian akan berlanjut dari udara, laut dan darat, tapi fokus di laut,” tambahnya.

Kini, tenaga SAR dan nelayan digerakkan untuk melakukan pencarian di perairan Selat Makassar dekat Parepare dan Kabupaten Barru .

Pesawat Boeing 737-400 Adam Air menghilang lebih dari 10 hari lalu, setelah berjuang menghadapi angin kencang dan dua kali mengubah jalur dalam perjalannan dari Surabaya ke Manado.

Sejak hari Senin, pencarian dipusatkan ke perairan di pesisir barat Sulawesi mengikuti masukan dari seorang nelayan setempat, yang mengaku melihat pesawat yang terbang rendah dan oleng di kawasan tersebut.

Sebelumnya, KRI Fatahillah yang dikerahkan untuk mencari pesawat Adam Air mendeteksi logam bulat di bawah laut di Selat Mamuju air pada kedalaman sekitar 1.700 meter.

Selain itu, kapal milik AL Amerika Serikat, UNSR Mary Sears yang dilengkapi sonar diperbantukan untuk menelusuri dasar laut. [sumber: BBC Indonesia]

Read Full Post »