Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2007

Oslo – Pada kesempatan peringatan ulang tahun ke-18 wafatnya pemimpin Iran, Imam Khomeini, satu pameran mengenai karya-karyanya diselenggarakan di Oslo, ibukota Norwegia.

Menurut laporan dari Kantor Pusat panitia Peringatan Imam Khomeini, pameran tersebut mencakup film-film, lomba gambar, penulisan karangan dan hasil-hasil lomba kebudayaan lainnya yang pernah diikuti oleh sang pemimpin.

Di samping itu, juga dipamerkan satu terjemahan puisi-puisi karya Imam Khomeini di dalam bahasa Norwegia, kata kantor berita Iran, IRNA, melaporkan.(*)

Sumber: ANTARA News

Iklan

Read Full Post »

Hongkong – Pihak berwenang di Hongkong, Selasa, bersiap memperkenalkan peraturan baru terhadap surat elektronik yang tidak diinginkan penerima (spam e-mail) dan pelaku yang “membandel” terancam lima tahun penjara dan denda 130 ribu dolar AS (sekitar Rp1,17 miliar).

Peraturan yang akan berlaku mulai Jumat itu muncul seiring meningkatnya jumlah pengaduan warga dan pelaku bisnis atas serangan spam email di kota berpenduduk 6,9 juta jiwa itu.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa peraturan itu tidak akan seketika menghentikan surat elektronik sampah karena diperkirakan 90 persen surat elektronik itu berasal dari luar negeri, kebanyakan dari Amerika Serikat (AS), Eropa dan China daratan.

Mulai Jumat, masyarakat yang menerima surat elektronik sampah dapat melapor ke Kantor Otoritas Telekomunikasi Hongkong, yang akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Hukum itu juga berlaku untuk faksimili sampah dan pesan telepon.

Pemerintah Hongkong tidak memasukkan agen-agen penjualan via telepon dalam peraturan itu, dengan alasan, jika hal itu masuk dalam peraturan, akan timbul puluhan ribu pengangguran, demikian DPA.(*)

Sumber: ANTARA News

Read Full Post »

Surabaya – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Elyus Dwi Erwanto, menemukan suku cadang Condensor Discharge Ignition (CDI) untuk sepeda motor.

“Untuk itu, saya menerima beasiswa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas karya tersebut,” ujar mahasiswa semester enam Program Diploma-3 Jurusan Teknik Mesin ITS itu di Surabaya, Rabu.

Mahasiswa kelahiran Lamongan, Jawa Timur pada 9 Maret 1986 itu menjelaskan terobosan teknologi pengapian untuk sepeda motor itu tergolong baru.

“Karena selama ini, CDI yang ada di pasaran hanya single spark, sedangkan karya saya merupakan CDI Multi-Spark Terkontrol (MST – CDI),” tegasnya.

Bedanya, katanya, CDI yang ada selama ini hanya mampu mengeluarkan percikan api sekali dalam setiap pembakaran, sehingga dimungkinkan ada bahan bakar yang tidak dapat terbakar sempurna.

“Dengan CDI Multi-Spark maka pembakaran bisa berlangsung sempurna,” kata Elyus yang hanya meraih juara III pada Astra Student Innovation Competition untuk karyanya itu.

Menurut dia, RPM (variasi pada putaran mesin) yang tinggi akan membuat waktu antara dua gerakan dari multi spark akan mendorong ke arah suatu operasi yang tidak stabil terhadap mesin, sehingga hal itu perlu dihindari.

“Untuk menghindari gangguan itu diperlukan sistem multi spark terkontrol pada saat RPM dari mesin atau motor melebihi suatu nilai tertentu,” ungkapnya.

Tentang keunggulan karyanya, putra kedua dari dua bersaudara pasangan Haskon-Usmiah itu menyatakan CDI multi spark akan meningkatkan kualitas pembakaran bahan bakar pada sepeda motor menjadi lebih sempurna.

“Hal itu akan menghemat pemakaian bahan bakar, karena bahan bakar yang tidak terbakar pada spark pertama akan dibakar pada spark berikutnya,” ucapnya.

Selain itu, katanya, pembakaran yang sempurna akan meningkatkan kualitas emisi gas buang.

“Hasil pengukuran gas buang CO pada CDI standar mencapai 1,5 persen, sedangkan pada CDI multi spark hanya 0,98 persen,” katanya.(*)

Sumber: ANTARA News

Read Full Post »

Pastinya semua wanita ingin memiliki tubuh indah bak Eva Longoria. Sayangnya tak ada manusia yang sempurna. Namun bukan berarti kekurangan di tubuh tak dapat Anda akali. Dengan padu padan busana yang tepat, semua itu akan dapat teratasi.

Nobody is perfect, sebuah ungkapan lama yang mencoba mengingatkan kita akan adanya kekurangan pada tiap pribadi. Ungkapan ini juga memberikan suatu spirit buat kita bahwa setiap wanita secantik apa pun pasti memiliki kekurangan juga. Tak perlu khawatlr, sumai ini dapat diakali dengan memilih busana yang sesuai bentuk tubuh. Dan syarat utamanya, kenali bentuk tubuh Anda dengan teliti. Anda dapat melakukan koreksi bentuk tubuh secara cepat dengan pemilihan busana yang tepat, seperti pada contoh berikut:

PINGGUL BESAR
Inilah problem yang banyak di alami oleh para wanita. Untuk memberikan keseimbangan pada bentuk tubuh, maka cobalah beberapa trik berikut ini :
1. Kenakan atasan yang panjangnya melebihi pinggul atau jatuhnya di bawah pinggul sehingga perhatian orang tidak tertuju pada bagian ini.

2. Jangan mengenakan busana yang ketat melekat di tubuh karena akan memperbesar bentuk pinggul. Pilih busana bersiluet lurus dan longgar, tetapi jangan terlampau longgar agar kesan rampingnya tetap ada.

3. Untuk yang bermodel dua potong, sebaiknya pilih atasan yang warnanya lebih gelap dibanding warna bawahannya.

PERUT BESAR

Perut yang membuncit bisa mengurangi penampilan. Untuk mengakalinya, coba cara berikut ini :
1. Kenakan kemeja tanpa dimasukkan kedalam celana, dan gunakan ikat pinggang kecil yang ditempatkan di batas panggul. Kemeja yang dikeluarkan akan menutupi bentuk perut sedang ikat pinggang kecil memberi kesan merampingkan.

2. Pilih atasan tanpa corak (polos) agar perhatian tidak tertuju pada perut.

3. Ada baiknya memilih atasan dalam warna yang lebih gelap dari warna bawahan.

TUBUH ATAS KURUS
Tubuh atas yang kurus memberikan kesan yang tidak seimbang pada penampilan. Untuk itu, gunakan detil pada bagian atas tubuh untuk memberikan kesan yang lebih penuh :
1. Warna terang pada atasan memberikan kesan tubuh yang lebih berisi, karenanya sesuai untuk Anda yang bertubuh atas kurus.

2. Detil seperti deretan kancing, maupun aksesoris lain dapat memberikan kesan yang sama.

3. Pilih atasan yang mengikuti bentuk tubuh tetapi tidak ketat (agar postur yang kurus tidak semakin nampak), dan juga tidak terlalu longgar (atasan yang sangat longgar justru akan menonjolkan kekurusan tubuh Anda).

Sumber: Astaga!com

Read Full Post »

Miss Jepang, Riyo Mori akhirnya dinobatkan sebagai raju kecantikan sejagat ‘Miss Universe 2007’. Penobatan itu dilakukan oleh Miss Universe 2006, Zuleyka Rivera dari Puerto Rico yang memberikan mahkota bertahtakan berlian senilai US$ 250.000.

Kemenangan Riyo Mori ini membuat sejarah baru. Biasanya ratu sejagat menjadi langganan para kontestan dari Amerika Latin. Menariknya, kemenangan Mori ini diikuti pula oleh dua rekannya sesama kontestan Asia. Sebut saja Anna Theresa Licaros asal Philipina yang menyabet Miss Photogenic dan Ningning Zhang dari China sebagai Miss Congeniality

Di saksikan 10.000 audien dan sekitar 600 juta penonton televisi di seluruh dunia, Mori membuat para juri terkesan tak hanya penampilannya tapi juga saat menjawab pertanyaan yang juri ajukan.

Mori adalah wanita berusia 20 tahun. Ia adalah seorang penari yang bercita-cita ingin membuka sekolah tari di negaranya.

Pada ajang yang digelar di Mexico City ini, Miss USA, Rachel Smith, sempat terpeleset di atas panggung. Kendati begitu Smith masih menduduki urutan kelima.

Sementara Miss Swedia, Isabel Lestapier Winqvist, mengundurkan diri lantaran protes di negaranya yang menyebut ini merendahkan martabat kaum wanita. Lainnya halnya dengan Miss Mexico yang sempat mengganti busana nasional lantaran hiasan pada busananya diduga menggandung SARA.

Bagaimana dengan kontestan asal Indonesia Agni Pratistha? Nasibnya enggak jauh beda dengan konstestan Indonesia tahun lalu Nadine Chandrawinata. Agni hanya mampu menembus 10 besar.

Sumber: Astaga!com

Read Full Post »

New York – Berbeda dengan keinginan Amerika Serikat, Indonesia memilih abstain dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB pada Rabu, yang mengesahkan Resolusi 1757 tentang pemberlakuan pengadilan khusus di Lebanon mulai 10 Juni 2007 untuk mengadili para tersangka pelaku pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon, Rafik Hariri.

Salah satu keberatan utama Indonesia, seperti yang disampaikan Oleh Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB Hasan Kleib dalam sidang Dewan Keamanan, adalah penggunaan Bab 7 Piagam PBB dalam resolusi tersebut.

Aspek hukum menyangkut Bab 7 Piagam PBB itu juga yang menjadi alasan utama negara-negara lainnya, yaitu Rusia, China, Afrika Selatan menyatakan abstain seperti Indonesia dalam pemungutan suara di DK-PBB.

Bab 7 Piagam PBB adalah aturan PBB yang memberikan kewenangan kepada Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan jika terjadi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Indonesia, Rusia, China, Afrika Selatan dan Qatar menganggap bahwa penentuan pemberlakuan pengadilan khusus di Lebanon adalah masalah domestik.

Menurut Hasan, penggunaan Chapter 7 untuk kasus Lebanon merupakan preseden(contoh buruk ) bagi hukum internasional karena Dewan Keamanan memaksakan waktu pemberlakuan pengadilan, padahal di Lebanon sendiri belum ada kesepakatan untuk meratifikasi perjanjian,

Pengadilan itu sendiri sudah dibentuk berdasarkan perjanjian bilateral PBB dan Lebanon pada 23 Januari dan 6 Februari 2007.

Hasan menggambarkan situasi yang sama bisa saja terjadi pada Indonesia atau negara mana pun yang memiliki perjanjian dengan PBB atau organisasi internasional.

“Perjanjian itu mau kita ratifikasi, tapi ada masalah di dalam negeri karena belum sepakat, masih berunding. Kemudian ada pihak yang ingin cepat-cepat, dan membawanya ke PBB, lalu Dewan Keamanan menggunakan Bab 7 Piagam PBB, yang seharusnya diterapkan untuk ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, bukan masalah domestik. Ya seperti itu,” kata Hasan kepada ANTARA.

Dalam sidang DK-PBB pada Rabu, Hasan menyampaikan argumentasi Indonesia dengan mengutip Pasal 2 ayat 7 Piagam PBB yang menekankan bahwa PBB tidak boleh campur tangan masalah dalam negeri.

Indonesia juga melihat bahwa resolusi telah mengubah aturan hukum yang ditetapkan oleh Pasal 19 perjanjian PBB-Lebanon bahwa perjanjian akan diberlakukan setelah Pemerintah Lebanon memberitahukan kepada PBB bahwa syarat-syarat hukum di dalam negeri untuk memberlakukannya sudah tercapai.

“Dewan Keamanan harus melihat bahwa (saat ini) belum ada kesatuan suara di antara para pemimpin Lebanon,” kata Hasan Kleib.

Indonesia maupun empat negara lainnya yang menyatakan abstain menekankan bahwa mereka sangat setuju bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang kebal hukum dalam pembunuhan Rafik Hariri dan pembunuhan lainnya, namun tidak dengan menggunakan Bab 7 Piagam PBB.

“Indonesia berkomitmen mendukung upaya mencapai kebenaran dan keadilan serta siap memberikan sumbangan konstruktif bagi upaya memajukan perdamaian dan stabilitas di Lebanon,” kata Hasan.

Sementara Rusia, salah satu anggota permanen selain China, AS, Perancis dan Inggris, mengatakan bahwa Dewan Keamanan tidak boleh hanya mengakomodasi atau menerima baik surat PM Lebanon Fuad Siniora saja –yang meminta DK memberlakukan pengadilan khusus, tapi juga surat yang isinya bertentangan dari Presiden Lebanon Emil Lahoud.

Surat Presiden Lebanon itu juga mengingatkan bahwa pemberlakukan oleh Dewan Keamanan justru akan memicu ketidakstabilan di dalam negeri Lebanon.

“Pengadilan itu dibentuk untuk Lebanon. Karenanya penting untuk mendengarkan pandangan dari semua pihak di Lebanon tentang masalah kritis seperti ini,” kata Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.

Sebelumnya dalam wawancara dengan ANTARA pekan lalu, Wakil Tetap Amerika Serikat untuk PBB, Dubes Zalmay Khalilzad, menyatakan harapannya agar Indonesia dan negara-negara anggota Dewan Keamanan lainnya menyetujui pengesahan resolusi.

Menurut Zalmay Khalilzad , PM Siniora telah mengambil risiko yang sangat tinggi dengan mengajukan permintaan kepada Dewan Keamanan untuk memberlakukan pengadilan Hariri setelah terjadi jalan buntu di parlemen Lebanon untuk meratifikasi perjanjian bilateral PBB-Lebanon.

“Kita tidak boleh mengecewakannya, negara ini (Lebanon, red) minta tolong untuk dibantu…Risiko melakukan aksi lebih besar dari pada tidak melakukannya,” ujar Khalilzad.

AS pertanyakan Indonesia

Ia mempertanyakan posisi Indonesia dan negara-negara lain yang keberatan tentang keputusan oleh Dewan Keamanan tentang pemberlakuan pengadilan Hariri.

“Sebagai masyarakat internasional kita tidak bisa mengatakan `kami menganggap (masalah ini) serius` tapi kemudian tidak membantu negara yang ingin mengadili para pelaku pembunuhan. Apa alasan rasional untuk itu,” katanya setengah bertanya.

Khalilzad juga menepis anggapan bahwa Dewan Keamanan mengambil alih kewenangan pemberlakukan pengadilan khusus dari Lebanon.

“Kita bisa saja membentuk pengadilan, pengadilan internasional, pengadilan internasional yang independen, tapi tidak. Tetap berdasarkan perjanjian yang telah disetujui Lebanon. Kita (hanya) memulai pelaksanaannya, memberikan dorongan untuk memulainya. Ini (hanya) langkah pertama,” ujar Dubes AS itu.

Menurut diplomat AS itu , pelaksanaan pengadilan itu sendiri baru bisa dimulai dalam jangka waktu satu tahun karena segala sesuatu masih harus ditentukan, seperti tempat pelaksanaan dan siapa saja hakim yang akan ditunjuk untuk mengadili.

Ia juga mencatat bahwa Presiden Emil Lahoud adalah sosok yang termasuk berada di dalam kabinet Lebanon saat pemerintah Lebanon dan PBB menyepakati pembentukan pengadilan khusus untuk Lebanon.

AS, ujar Khalilzad, justru beranggapan bahwa pemberlakuan pengadilan khusus akan membantu terciptanya stabilitas dan rekonsiliasi di Lebanon.

“Untuk kepentingan stabilitas di Lebanon, sangat penting untuk membawa mereka yang melakukan kejahatan-kejahatan, pembunuhan politis, yang bukan hanya masalah Lebanon tapi juga lebih luas, ke meja hijau agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” katanya. (*)

Sumber: ANTARA News

Read Full Post »

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar memecat anggota Korps Marinir TNI AL yang menembak warga Pasuruan dari dinas militer dan membawanya ke meja pengadilan.

“Pihak aparat bersenjata, dalam hal ini oknum marinir, harus dicopot dari dinas dan dihukum,” kata Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, di Jakarta, Kamis.

Hasyim mengemukakan hal itu menanggapi peristiwa bentrokan antara warga Grati, Pasuruan, Jawa Timur, dan anggota marinir yang menyebabkan empat warga tewas diterjang peluru, Rabu (30/5).

“Berkali-kali rakyat menjadi korban dari peluru yang dibeli dengan uang rakyat,” kata mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu dengan nada prihatin.

Terkait pernyataan Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen (Mar) Syafzen Noerdin bahwa penembakan yang dilakukan anggotanya dalam rangka membela diri, Hasyim menyatakan sulit menerima.

“Alasan masyarakat menyerang dulu rasanya sulit diterima. Bagaimana mungkin rakyat menyerang pasukan bersenjata?” kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, tersebut.

Menurut Hasyim, dengan kasus Pasuruan itu, sekali lagi TNI mencoreng mukanya sendiri. Hasyim juga mendesak TNI AL menyantuni keluarga korban dan anak-anak yang menjadi yatim.

Sebelumnya, kepada wartawan di markas Pasukan Marinir (Pasmar) I Surabaya, Rabu sore, Dankormar menjelaskan anggotanya terpaksa melakukan penembakan karena terdesak oleh warga yang menyerang dengan senjata tajam.

“Waktu itu anggota kami betul-betul terdesak, sedangkan warga mengejar anggota marinir menggunakan celurit dan lemparan batu. Tembakan itu dilakukan, karena betul-betul membahayakan,” katanya.

Namun demikian, Safzen menyatakan sangat menyesalkan kejadian itu.

“Saya sangat menyesal atas kejadian ini, karena selama ini marinir selalu dekat dengan rakyat. Dekat dan selalu membela rakyat. Itu merupakan visi dari prajurit marinir,” katanya.

Bentrokan antara warga dengan anggota marinir di Grati, Pasuruan, mengakibatkan empat warga tewas dan enam orang luka-luka yang dirawat di RS Bangil dan RSSA Malang.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang memiliki basis massa terbesar di Jawa Timur, melalui Ketua Umum Dewan Syura, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengecam peristiwa itu dan akan menuntut pelaku secara hukum.

PKB juga akan membentuk tim advokasi bagi warga Pasuruan. (*)

Sumber: ANTARA News

Read Full Post »

Older Posts »