Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2007

Ujicoba “itsbat” (penetapan) awal dan akhir bulan/kalender dengan Teknologi Informasi (TI) berjalan sukses, termasuk untuk penetapan awal/akhir Ramadhan.

Staf khusus bidang informasi media Menkominfo, Rabu, melaporkan ujicoba “itsbat” dengan TI itu dilakukan bersamaan dengan terjadinya gerhana bulan total (full moon eclipse) pada Selasa (28/8) malam. Ujicoba itu disiarkan langsung TVRI selama satu jam dari Observatorium Boscha ITB di Lembang, Bandung dengan pembicara Kepala Observatorium Boscha, Dr Taufiq Hidayat.

Di Stasiun TVRI Jakarta, hadir Menkominfo Prof Ir Mohammad Nuh DEA, Menag Maftuh Basuni, dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar. “Ujicoba itu juga merupakan bagian dari sosialisasi ke masyarakat tentang upaya pemerintah untuk berusaha menyatukan awal dan akhir puasa Ramadhan tahun 2007,” kata Menkominfo Mohammad Nuh.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan departemennya dan Observatorium Boscha merupakan bagian dari upaya membantu Departemen Agama dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan. “Kalau sebelumnya yang bisa melihat hilal itu hanya beberapa orang saja dan masih sering mengundang perdebatan dalam memutuskan awal-akhir Ramadhan, maka diharapkan melalui bantuan TI akan membuat semua masyarakat bisa melihat hilal dan bisa mengerti mana yang dimaksud hilal,” katanya.

Usai ujicoba, Taufik Hidayat mengatakan, hasil ujicoba cukup baik dan proses terjadinya gerhana bulan dapat dilihat secara real time. “Saya berharap dalam melihat awal dan akhir Ramadhan nanti, alatnya bisa bekerja maksimal seperti saat ini, karena itu kami akan terus memperbaiki dan menyempurnakan kerja sistem yang ada,” katanya.

Ia berharap pada 11 atau 12 September mendatang akan dapat dilakukan untuk menentukan awal Ramadhan, sehingga masyarakat bisa dengan hati lapang memasuki awal Ramadhan dengan tanpa ada perbedaan. “Demikian juga dengan akhir Puasa, kami berharap akan sukses, sehingga kita semua dapat berhari raya secara bersama-sama,” katanya.

Namun, katanya, pihaknya sebagai lembaga ilmiah hanya sebatas memberikan kajian dari hasil yang diperoleh secara ilmiah tentang penetapan. “Untuk penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan sepenuhnya menjadi kewenangan Departemen Agama,” katanya

Iklan

Read Full Post »

Para Kiai Bahas Nuklir

Para kiai se-Jawa Tengah, Sabtu besok, 1 September 2007 akan membahas soal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Jepara.

Menurut Sekretaris Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Jepara Ahmad Sahil, ada 150 kiai se-Jateng yang diharapkan hadir dalam pertemuan yang disebutnya mubahatsah, di antarannya KH Ahmad Sahal Mahfudz, Ketua MUI, dan Gus Dur.

Dari pihak pemerintah yang diundang adalah Menristek Kusmayanto Kadiman, Kepala BATAN Hudi Hastowo, dan Deputi Menristek Carunia Mulya Firdaus. Juga, dari kalangan LSM ada Dr Lilo Sumaryo (Marem), dan Dr Iwan Kurniawan. Kalangan akademisi, Prof Dr Budi Widiarto (Unika Sugipranata Semarang), Dr Benny D Setianto (UKSW) dan Junus Aditjondro. “Dialog ini akan dibuka oleh KH Sahal Mahfudz,” ujar Ahmad Sahil (31/8).

Pembahasan PLTN ini diselenggarakan berkat desakan dari warga nadliyyin yang menghendaki sikap jelas NU terkait dibangunnya PLTN di Semenanjung Muria. Suasana pro-kontra dibangunnya PLTN semakin memanas. Selama dua hari kemarin, pihak Batan menyelanggarakan kegiatan workshop iptek, khususnya dalam sosialisasi PLTN bagi guru- guru SMA dan Madrasah Aliyah se-Jepara, yang dibuka Bupati Jepara Hendro Martojo dengan pembimbing tenaga Batan.

Sementara warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat dan Mahasiswa Tolak PLTN akan turun ke jalan sepanjang 35 km dari tempat tapak PLTN di Desa Balong, Kecamatan Kembang menuju tempat dialog PLTN di gedung NU Jepara. Ada sekitar 3.000 warga menyalakan obor yang ikut dalam pararade obor ini. “Kami merencanakan berangkat malam hari, sehingga sampai di kota Jepara pagi hari,” ujar Darul Hisyam, dari Forum Solidaritas koalisi itu.@TempoInteraktif

Read Full Post »

Malaysia Sungguh kian Arogan

ADA banyak contoh arogansi aparat Malaysia terhadap warga Indonesia. Salah satu yang terbaru pemukulan terhadap wasit karate Indonesia Donald Pieter Luther Kolopita oleh empat polisi Diraja Malaysia beberapa hari lalu. Donald menderita luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit.

Donald dan para karateka Indonesia berada di Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Siremban, Negeri Sembilan, 20-27 Agustus ini. Sebagai bentuk protes atas pemukulan Donald, tim Indonesia pun memutuskan menarik diri dari kejuaraan itu.

Fakta pemukulan yang sesungguhnya memang masih dalam pengusutan. Namun, menurut versi Donald dan beberapa saksi dari Indonesia, kekerasan itu terjadi ketika sang wasit baru turun dari mobil. Empat polisi hendak memeriksa Donald. Donald menolak dengan alasan para polisi berpakaian preman itu tak mau menunjukkan identitas mereka. Pemukulan itu terus berlangsung meskipun Donald telah menunjukkan paspor dan mengatakan ia wasit karate.

Apa pun alasannya, apa pun fakta sesungguhnya, seorang tamu yang datang resmi untuk sebuah kejuaraan tingkat Asia dipukuli hingga luka parah sungguh penghinaan yang amat serius. Penghinaan terhadap siapa pun sang tamu itu berasal. Dalam hal ini penghinaan terhadap bangsa Indonesia!

Kita sungguh tidak bisa menerima perlakuan brutal para polisi Malaysia. Pengeroyokan terhadap seorang wasit yang menjadi duta bangsa merupakan pelecehan yang amat serius. Pemukulan terhadap Donald kian membuktikan Malaysia, negara tetangga satu rumpun itu, memang makin tidak bersahabat.

Rupanya Malaysia tengah mengembangkan kultur main pukul. Kultur agresif terhadap Indonesia. Kita masih ingat konflik Blok Ambalat dua tahun lalu. Kekesalan kita juga muncul karena didahului pemukulan oleh tentara Malaysia terhadap beberapa pekerja Indonesia.

Tidak hanya aparat yang kerap main kekerasan terhadap warga Indonesia. Warga sipil Malaysia juga setali tiga uang. Berkali-kali para perempuan pekerja di sektor domestik juga mengalami kekerasan yang mengenaskan dari para majikan. Sudah tak terbilang kasus kekerasan yang dilakukan majikan terhadap warga Indonesia.

Sebut saja kasus Nirmala Bonat pada 2004. Pekerja domestik berusia belia asal NTT itu mengalami siksaan yang cukup lama: disetrika, dipukuli, dan disiram air panas. Hal yang kurang lebih sama juga dialami Ceriyati. Perempuan asal Brebes, Jawa Tengah, itu bergelantungan di lantai 15 sebuah apartemen Kuala Lumpur hendak melarikan diri, Juni lalu. Ia tak tahan siksaan tak terperikan dari sang majikan.

Yang sungguh di luar dugaan, sikap warga dan aparat Malaysia ternyata setali tiga uang. Malaysia begitu kompak dalam hal ‘kebijakan kekerasan’ terhadap warga Indonesia. Hingga kini, misalnya, kelanjutan kasus penyiksaan terhadap Ceriyati tidak jelas.

Sebagai bangsa, kita sungguh terluka oleh sikap Malaysia yang tidak bersahabat itu. Bangsa ini memang tengah mengalami ujian dalam banyak hal. Kita memang belum seberuntung Malaysia, yang pertumbuhan ekonominya moncer dan warganya lebih makmur.

Tetapi, sangatlah menyakitkan jika kemakmuran ekonomi menjadi dasar arogansi terhadap bangsa lain. Dan, yang disebut ‘bangsa lain’ itu adalah Indonesia, negara tetangga yang masih satu rumpun. Malaysia harus ingat, betapa pun Indonesia kini mengalami banyak kekurangan, satu hal yang tidak pernah luntur adalah harga diri.

Oleh karena itu, dalam kasus pemukulan terhadap Donald Pieter Luther Kolopita, apa pun pendekatannya dari pihak Malaysia secara diplomatik, pemerintah tidak boleh lembek. Itu kasus yang kesekian kali. Hukum harus ditegakkan. Tidak boleh ada penyelesaian yang tidak menghormati asas keadilan. Apa yang dilakukan telah mengusik milik kita yang paling berharga: harga diri bangsa. @Editorial Media Indonesia.

Read Full Post »

Buntut dari insiden pemukulan ketua wasit karate Indonesia Donald Pieter Luther Kolopita oleh empat polisi Malaysia, sekitar 200 massa Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur menggelar unjuk rasa di halaman hotel Garden Palace Surabaya, hari ini. Mereka meminta lima atlet bulu tangkis asal Malaysia yang menginap di hotel tersebut untuk segera angkat kaki dari Indonesia.

Kelima atlet tersebut tengah mengikuti turnamen bulu tangkis Indonesia Challenge di GOR Sudirman Surabaya.

Sekitar dua jam setelah demo berakhir, kelima atlet Malaysia bergegas meninggalkan hotel Garden Palace. “Tiga atlet langsung pulang, sisanya untuk sementara pindah hotel,” kata seorang sumber.

Unjuk rasa sempat memanas karena massa memaksa masuk ke dalam hotel untuk mencari atlit-atlit tersebut. Namun keinginan para pendemo yang berseragam loreng kuning itu berhasil dicegah aparat kepolisian dan satuan pengamanan hotel yang menjaga ketat pintu lobi.

Gagal menerobos aparat, pengunjukrasa pun menebarkan ancaman. “Kami beri waktu 24 jam untuk segera meninggalkan Indonesia, kalau tidak kami akan bertindak tegas mengusir anda,” teriak koordinator lapangan aksi, Dony Adinegara.
Setelah puas berorasi massa berangsur-angsur meninggalkan lokasi dengan berkonvoi sepeda motor

Read Full Post »

Direktorat Ekonomi & Khusus Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyita barang bukti berupa 22 unit komputer dari PT M dan 33 unit komputer dari PT T. Kedua perusahaan ini diduga menggunakan peranti lunak tanpa lisensi dalam bisnis mereka.

Kombes Pol. Bambang Kuncoko, Kepala Bidang Penerangan Umum Humas Polri menyatakan, Jakarta menjadi tujuan utama investasi dan bisnis oleh perusahaan domestik dan asing di Indonesia. Taatnya perusahaan-perusahaan di Jakarta atas tata cara berbisnis di dunia internasional menjadi patokan (benchmark) bagi kota-kota lain di Indonesia.

BSA memandang tindakan tegas ini menumbuhkan keyakinan mengenai perbaikan lingkungan industri peranti lunak di tanah air yang angka pembajakannya pada tahun 2006 mencapai 85%. Menurut Donny A Sheyoputra, Juru Bicara BSA Indonesia, komitmen yang kuat dari pihak kepolisian dalam penegakkan Undang-Undang Hak Cipta akan memiliki dampak signifikan dalam menurunkan angka pembajakan di masa yang akan datang.

Sementara itu,PT M yang merupakan sebuah perusahaan telekomunikasi, diketahui telah menginstal peranti lunak tanpa lisensi milik Adobe, Autodesk, McAfee, Microsoft, dan Symantec dalam komputer mereka. Sementara PT T yang menjadi sebuah perusahaan besar di bidang konstruksi juga diketahui telah menginstal peranti lunak tanpa lisensi milik Adobe, Autodesk, McAfee, Microsoft, dan Symantec. Nilai kerugian total akibat aksi pembajakan oleh kedua perusahaan tersebut masih dihitung.

Berkaitan dengan sanksi yang akan dikenakan, kedua perusahaan tersebut kemungkinan akan dituntut secara pidana oleh pihak kepolisian. Apalagi kedua perusahaan itu menggunakan berbagai peranti lunak tanpa lisensi.@SDA

Read Full Post »

Kotak hitam (black box) pesawat AdamAir yang jatuh dan hilang di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada 1 Januari 2007 ditemukan. “Ya benar, kemarin sore (27/8), ditemukan. Posisinya tetap di koordinat yang sama,” kata sumber ANTARA di Jakarta, Selasa.

Penemuan dilakukan oleh tim pencari yang melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat dengan menggunakan kapal “OFFSHORE RESCUER ZONE` yang dimulai sejak 24 Agustus 2007.

Namun, sumber itu enggan merinci lebih jauh karena tidak mau mendahului keterangan Menteri Perhubungan Jusman Syafii dalam jumpa pers sekitar pukul 11.00 WIB hari ini (28/8) di Departemen Perhubungan.

Pesawat Boeing 737-400 Adam Air yang membawa 96 penumpang dan enam orang awaknya, jatuh dan hilang di perairan Majene, Provinsi Sulbar saat dalam penerbangan dari Surabaya menuju Manado, Sulawesi Utara 1 Januari 2007.

Setelah melalui pencarian intensif yang melibatkan sejumlah KRI dan kapal Marry Sears dari Amerika Serikat, akhirnya ditemukan posisi Black Box dan Flight Data Recorder serta Voice Data Recorder (FDR/VDR) pada kedalaman 1.800 meter dan 2.000 meter dengan posisi koordinat 03.41.0359 derajat Lintang Selatan, 118.08.8592 derajat Bujur Timur.@Antara

Read Full Post »

Tim robot G-Rush dari Indonesia akhirnya menjadi juara II dalam Robot Contest (Robocon) 2007 atau Kontes Robot Dunia 2007 di Hanoi, Vietnam, Minggu waktu setempat. Informasi yang diperoleh menyebutkan tim robot dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya itu menjadi juara II tingkat dunia setelah dikalahkan tim robot dari China dalam babak final.

Namun, prestasi itu melampau target, karena ITS Surabaya hanya mematok target untuk lolos ke semifinal Robocon 2007, sebab tim yang diduga menjadi lawan tangguh G-Rush berasal dari Jepang, Korea Selatan, China dan Vietnam sendiri.

Apalagi, katanya, penampilan robot ITS di final tidak kalah dari juara pertama dari China, bahkan tim ITS justru dihambat wasit dari Vietnam untuk meminta waktu mengulang (retry) akibat adanya masalah pada salah satu robot otomatis. “Tetapi, permintaan itu tidak segera diizinkan oleh juri yang berasal dari Vietnam, sehingga tim dari China yang akhirnya menyelesaikan pertandingan dan keluar sebagai juara pertama,” katanya.

Selain itu, katanya, perjalanan tim robot G-Rush ke babak final juga tidak mudah. Di perempat final, robot G-Rush berhasil mengalahkan tim dari Thailand yang pernah mengalahkan tim ITS saat perempat final di Kualalumpur pada 2006. “Pertandingan di perempat final itu ibarat partai balas dendam setahun lalu, sehingga arek-arek ITS punya semangat yang luar biasa dan berhasil membuktikan bahwa mereka bisa membalas dendam kekalahan pada tahun lalu,” katanya.

Saat di semifinal, robot G-Rush juga kembali mengukir sukses dengan mengalahkan robot dari Malaysia yang juga terlihat cukup tangguh itu. “Apa pun hasilnya, saya bangga, karena itu kami akan menyiapkan penyambutan dengan arak-arakan sesampainya mereka di Surabaya. Mudah-mudahan prestasi itu akan terus memacu prestasi di masa mendatang,” katanya.

Secara terpisah, ketua tim G-Rush, Pramudya Airlangga, mengatakan dirinya sedikit kecewa karena keberpihakan wasit yang tidak segera mengabulkan permintaan tim untuk `retry`, namun hasil posisi kedua sudah cukup memuaskan.

“Paling tidak, hasil tahun ini mampu memperbaiki prestasi tim robot ITS tahun lalu di Malaysia, sebab tahun lalu hanya mampu bertahan di delapan besar dan dikalahkan tim Thailand,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, dirinya bersyukur bisa mengalahkan tim Thailand yang menghentikan langkah ITS di delapan besar pada tahun 2006.

Kontes Robot Internasional 2007 diikuti 19 tim dari 18 negara, seperti Vietnam (dua tim), Indonesia, China, Bangladesh, Brunei Darussalam, Mesir, Fiji, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Macau, Malaysia, Mongolia, Nepal, Arab Saudi, Sri Lanka, dan Thailand.

Read Full Post »

Older Posts »