Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Berita’ Category

ciaJakarta – Peranan Amerika Serikat dalam pemberontakan yang dilakukan di Suriah, ternyata tidak hanya pada dukungan politis semata. Dukungan (CIA) lembaga intelijen AS kepada kaum pemberontak, terbongkar.

Terungkapnya peranan CIA tersebut diungkapkan New York Times dalam laporannya, Senin (25/3) waktu setempat. CIA berada di tengah-tengah Arab dan Turki yang sama-sama mendukung tergulingntya rezim Bashar al-Assad.

Dalam laporan itu, disebutkan CIA berperan dalam mengakomodir lalu lintas persenjataan untuk oposisi. Sejumlah pejabat pihak oposisi juga mengkonfirmasi adanya bantuan CIA.

Proses pengangkutan senjata yang awalnya dalam skala kecil pada awal 2012, meningkat tajam belakangan ini. Sebanyak 160 penerbangan kargo militer dari Jordania, Arab Saudi dan Qatar diduga ‘diamankan’ oleh CIA.

CIA juga diduga membantu pengadaan senjata secara besar-besaran dari Kroasia. Lembaga intelijen ini lantas menentukan oposisi mana saja yang berhak menerima bantuan senjata.

Kelompok oposisi Suriah gencar melakukan serangan kepada rezim Bashar sejak dua tahun silam. Awalnya, aksi protes warga yang semula damai berubah menjadi peran yang memanas.
Sumber: DetikNews

Read Full Post »

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati

Washington –  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu kandidat untuk menjadi penasehat utama Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.

Sri Mulyani akan menjadi salah satu dari tiga Managing Director. Jabatan Managing Director merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Presiden Direktur di Bank Dunia.

Dalam pernyataannya lewat surat elektronik, Zoellick mengatakan Sri Mulyani akan mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia di Washington per 1 Juni.

Menurut Zoellick, Sri Mulyani dipilih karena memiliki kemampuan yang unik dan pengalamannya bekerja di Grup Bank Dunia.

Sri Mulyani, 47 tahun, akan menggantikan Juan Jose Daboub. Daboub, mantan Menteri Keuangan El Salvador, telah menyelesaikan masa jabatannya yang keempat pada 30 Juni nanti.

Managing Director terakhir yang ditunjuk Zollickpada Oktober 2007 adalah Ngozi Okonjo-Iweala, mantan Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri Nigeria.

Managing Director ketiga, Graeme Wheeler, pada Januari lalu mengatakan ia akan meninggalkan institusi keuangan internasional ini akhir bulan depan. Wheeler sebelumnya bekerja di Departemen Keuangan Selandia baru sebelum bergabung dengan Bank Dunia.

“Ini merupakan kehormatan terbesar bagi saya dan juga buat Indonesia. Ini merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi dalam menjalan misi bank mengubah dunia,” kata Sri Mulyani dalam pernyataannya.

Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono sampai hari ini masih menjadi target lawan-lawan politiknya terkait pengucuran dana penyelematan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun pada 2008.

Dalam rilisnya pada 4 Mei, Bank Dunia menyebut Sri Mulyani telah berhasil membawa perekonomian Indonesia keluar dari krisis ekonomi global jilid dua.  @Tempo-Interaktif

Read Full Post »

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan akan mengundurkan diri dari jabatannya per 1 Juni 2010 dan menerima tawaran dari Bank Dunia.

Bank Dunia menawarkan jabatan kepada Sri Mulyani sebagai Managing Director di lembaga keuangan internasional itu.

“Ya, berita itu betul. Ibu Ani akan menerima tawaran Bank Dunia itu,” kata sumber Tempo di Jakarta hari ini.

Menurut sumber, Bank Dunia memang meminta empat Menteri Keuangan dari empat negara untuk membantu lembaga. “Jabatan itu tidak bisa dirangkap, jadi Sri Mulyani harus memilih dan dia memilih menerima tawaran itu.”

Sayangnya, konfirmasi langsung dari Sri Mulyani belum bisa diperoleh Tempo.

Sri Mulyani akan menjadi salah satu dari tiga Managing Director Bank Dunia. Jabatan Managing Director merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Presiden Direktur di Bank Dunia.

Dalam pernyataannya lewat surat elektronik, Zoellick mengatakan Sri Mulyani akan mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia di Washington per 1 Juni.

Menurut Zoellick, Sri Mulyani dipilih karena memiliki kemampuan yang unik dan pengalamannya bekerja di Grup Bank Dunia.

Sri Mulyani, 47 tahun, akan menggantikan Juan Jose Daboub. Daboub, mantan Menteri Keuangan El Salvador, telah menyelesaikan masa jabatannya yang keempat pada 30 Juni nanti. @Tempo-Interaktif .

Read Full Post »

Presiden SBY diimbau agar jangan diam melihat polemik tentang rekaman yang menyangkut rekayasa 2 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika penyelidikan Polri macet, Presiden harus bertindak.

“Presiden kalau melihat itu ada kemacetan tidak boleh terlalu lama (diam),” ujar Imam B Prasodjo.

Hal itu disampaikan sosiolog yang juga concern pada masalah pemberantasan korupsi itu kepada detikcom, Selasa (27/10/2009).

Presiden, imbuhnya, harus menyelamatkan lembaga negara. Karena kasus ini mempertaruhkan integritas Polri dan Kejaksaan. Presiden harus mendorong aparat hukum untuk segera menindaklanjuti informasi yang sudah beredar luas di masyarakat ini.

“Presiden harusnya menindak, mengintervensi orangnya, terhadap pelaksananya, bukan terhadap kasusnya. Harus mengusut karena nama baik dia (Presiden) dipertaruhkan,” tukas Imam.

Seperti diberitakan, transkrip rekaman yang beredar menyebutkan perbincangan orang yang suaranya mirip dengan Anggoro Widjojo dan adiknya, Anggodo, pejabat Kejagung berinisial W dan A, staf Kejaksaan berinisial I dan beberapa orang lainnya.

Rekaman itu menunjukkan adanya kedekatan hubungan antara oknum di Kejagung dengan buronan KPK.

Dalam transkrip rekaman yang beredar luas itu, SBY dicabut sebagai orang yang mendukung Abdul Hakim Ritonga, pejabat Kejagung. “Pokoke saiki Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lo,” ujar seorang wanita bernama Yuliana Gunawan atau Lien, dalam percakapan dengan seorang pria yang suaranya mirip Anggodo pada percakapan 6 Agustus.

Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Senin (26/10/2009) kemarin, membenarkan adanya rekaman yang berisi rekayasa kasus atas pimpinan KPK yang dilakukan oleh pejabat Kejagung dan Mabes Polri. Rekaman itu menurut Tumpak masih disimpan rapat KPK. Ia heran transkrip rekaman itu bisa beredar luas.

Pejabat Kejagung yang disebut-sebut dalam rekaman itu adalah Abdul Hakin Ritonga dan mantan Jamintel Wisnu Subroto. Sementara pejabat Mabes Polri yang disebut-sebut dalam rekaman itu adalah Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji dan mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko. @detik.com

Read Full Post »

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan secara resmi susunan menteri kabinet 2009-2014. Berikut Susunan Menteri Kabinet 2009-2014 :

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta,
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar,
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan,
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng

Read Full Post »

bayiquranFenomena munculnya ayat Alquran di tubuh bayi asal Rusia Selatan, Ali Yakubov disikapi beragam. Pihak kedokteran ada yang menganggap hal itu sebagai suatu hal yang murni ajaib. Namun ada pula yang menganggapnya sebagai suatu hal yang dibuat-buat.

“Mereka (orang tua Ali) mungkin membuat tulisan di kulitnya, seperti dengan lada dan garam atau obat-obatan yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit dan meninggalkan bekas merah dalam bentuk huruf Arab,” ujar dokter lokal, Ludmila Luss, demikian dilansir Pravda, Rabu (21/10/2009).

Ludmilla menambahkan, orang tua mungkin juga tidak butuh menggunakan obat-obatan sebab sang anak telah menderita penyakit kulit yang dikenal dengan ‘skin writting’. Penyakit ini ada pada setiap 5% dari populasi negeri. Jika menderita penyakit ini, seseorang dapat menulis apa saja di kulitnya seperti halnya pada sebuah kue.

“Beberapa orang menderita penyakit lambung dan memiliki permasalahan kulit yang sensitif. Jika anda menggambar sesuatu pada kulitnya menggunakan tongkat kecil sebagai contoh, hasil tulisan akan tampak setelahnya,” kata Ludmilla.

Akan tetapi tidak sedikit pula tim medis yang tidak meragukan kemisteriusan itu. Seperti dilansir Daily Contributor, Rabu (21/10/2009) para ahli medis setempat meyakini tulisan tersebut adalah asli dan bukan buatan tangan seseorang.

Pihak medis menyatakan tidak dapat menjelaskan kemisteriusan tersebut. Akan tetapi mereka meyakinkan, tulisan tersebut murni bukan hasil tulisan dari seseorang pada kulit sang anak. Madina Yakubova, ibu si bayi, mengaku ia dan suaminya sebenarnya bukanlah pasangan yang agamis.

Saat ini, Ali telah menjadi perhatian warga muslim di daerahnya, Dagestan yang juga dekat dengan wilayah perang Chechnya, Rusia Selatan. Ulama menyatakan kemunculan tulisan ayat Alquran itu sebagai sebuah peringatan dari Allah. @detik.com

Read Full Post »

todungJAKARTA, KOMPAS.com –  Praktisi hukum senior Todung Mulya Lubis menyatakan dirinya bersikap skeptis menanggapi susunan kabinet yang disusun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama terkait tim hukum dan perekonomian, yang dinilainya masih mencerminkan praktik bagi-bagi kekuasaan dan politik balas budi.

Penilaian tersebut disampaikan Todung, Selasa (20/10), usai berbicara dalam diskusi bertema DPR Baru, Tanpa Oposisi Kuat: Bagaimana Nasib RUU Anti Demokratis? yang digelar Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET). Turut hadir berbicara, mantan anggota Komisi I dari Fraksi PDIP Andreas Pareira, Agus Sudibyo (Yayasan SET), dan jurnalis senior Media Indonesia Saur Hutabarat.

Namun begitu Todung meminta masyarakat memberi waktu kabinet pemerintahan baru bekerja terlebih dahulu. Padahal yang justru sekarang diperlukan adalah kesaling terkaitan antara tim hukum dan ekonomi di dalam pemerintahan mendatang.

“Saya melihat kondisinya masih timpang. Antara keduanya masih belum bisa saling menunjang satu sama lain, ujar Todung.

Todung mencontohkan, saat ini sudah muncul sejumlah kekhawatiran dan kebingungan dari banyak kalangan pengusaha asing terutama terkait penerapan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Menurut Todung, UU itu mewajibkan setiap kontrak kerjasama, bahkan dengan perusahaan asing, menggunakan Bahasa Indonesia. Kondisi itu menurutnya menunjukkan ada yang salah dalam proses legislasi penyusunan aturan perundang-undangan selama ini. Akibatnya, aturan hukum yang ada tidak sinkron apalagi bisa diharapkan mendukung upaya peningkatan ekonomi nasional dalam bentuk menarik para investor asing untuk masuk ke Indonesia. Padahal bisa dipastikan 95 persen kontrak dan transaksi bisnis, baik lewat surat elektronik atau bentuk lain, disusun dalam bahasa Inggris. “Apa kalau tetap dibuat dalam bentuk bahasa Inggris lantas mau digugat?”  tanya Todung.

Menurut Todung, ketidaksinkronan aturan macam itu sangat menyulitkan. Tambah lagi jika ternyata ke depan tim hukum dan ekonomi dalam kabinet sama sekali tidak punya perspektif apalagi mampu bersinergi satu sama lain. Kondisi macam itu bisa sangat membahayakan iklim usaha yang menunjang sehingga justru akan mempersulit arus penanaman modal asing ke Indonesia.

Selain memperhatikan sinkronisasi kebijakan hukum dan perekonomian, Todung juga mengingatkan pemerintah jangan sampai melupakan keberadaan para kelompok marjinal, perempuan, dan anak-anak. Dengan begitu jangan sampai terjadi, penguasa hanya mementingkan masalah bagi-bagi kekuasaan dan kursi, yang berdampak buruk melupakan masukan dari masyarakat. @kompas.com

Read Full Post »

Older Posts »