Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Islam’ Category

Buku Mengislamkan JawaJakarta (Antara) – Peneliti asal Australia Merle Calvin Ricklefs membukukan sejarah pengislaman di tengah masyarakat Jawa sejak era kolonial hingga pascareformasi yang berjudul “Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 sampai Sekarang”.

“Dalam buku itu, saya berusaha menggambarkan bagaimana studi mengenai masyarakat Jawa juga berimplikasi pada tingkat global, sebagai bagian perkembangan universal, yaitu kebangkitan kembali pengaruh agama dalam kehidupan seseorang,” kata Ricklefs dalam diskusi buku ketiganya tentang Islam Jawa di Jakarta, Senin (25/11) malam.

Dalam pengantarnya, pensiunan dosen Sejarah Asia Tenggara di National University of Singapore itu menyebut buku setebal 887 halaman itu merupakan buku terjemahan dari volume terakhir seri bukunya yang membahas sejarah Islamisasi di kalangan masyarakat Jawa.

Selain membahas pengislaman masyarakat Jawa, Ricklefs juga mengangkat keterkaitan agama dan politik; hubungan antara kedua bentuk otoritas, pengetahuan dan kekuasaan; serta pihak-pihak yang memegang otoritas, pengetahuan, dan kekuasaan itu.

“Bab terakhir dari volume ini mengupas beragam topik yang luas dan universal,” kata penulis buku “Mystic Synthesis in Java: a History of Islamization from the Fourteenth to the Early Nineteenth Centuries” itu.

Ricklefs mengatakan bahwa kajian sejarah Islam di Jawa mempunyai signifikasi terhadap kajian agama-agama di dunia.

“Dahulu pada tahun 1960-an ada banyak pendapat bahwa modernisasi berarti harus sekularisasi dan itu tidak betul. Sekarang, modernisasi sejalan dengan intensifikasi agama, yaitu sesuatu yang hidup dalam diri sendiri dan bukan sebagai identitas budaya atau sosial, kecuali di Eropa Barat dan sejumlah tempat lain,” kata Ricklefs.

Peneliti Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J. Vermonte, mengatakan bahwa buku “Mengislamkan Jawa” memberi konteks baru dalam kajian politik elektoral.

“Islam itu, karena mayoritas di Indonesia, menjadi faktor elektoral yang penting. Dari sisi elektoral, faktor-faktor Islam ini, kontribusi apa Islam terhadap elektoral politik,” kata Philips.

Philips mengatakan bahwa kajian buku “Mengislamkan Jawa” dalam konteks politik menjelang Pemilihan Umum 2014, yaitu kecenderungan partai-partai Islam yang tidak mempunyai tokoh yang sesuai dengan karakteristik para pemilihnya.

“Mungkin sebenarnya tokohnya ada, ketua partai politik dan ketua organisasi itu kan juga tokoh. Akan tetapi, yang terjadi adalah masyarakat pemilih itu sudah berbeda dari pemimpin politiknya,” kata Philips.(rr)
Sumber AntaraNews

Iklan

Read Full Post »

xinjiang-muslim&mapXinjiang – Muslim Uighur di Cina tak tenang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Menurut juru bicara World Uighur Congress, Dilxadi Rexiti, para pejabat pemerintah berulang kali masuk ke rumah-rumah warga Uighur untuk memaksa mereka makan dan minum pada siang hari di bulan Ramadan.

Laporan lain oleh Uighur American Association (UAA) menyatakan pemilik restoran di Hotan wajib buka selama Ramadan. “Bahkan jika ditutup karena sedang melakukan perbaikan, mereka didenda,” kata laporan UAA.

Selain itu, Karamay Daily melaporkan, akses kaum Muslim masuk ke masjid dibatasi. Rexiti menyatakan, pengajian sepenuhnya dilarang dan tempat-tempat ibadah diawasi ketat, terutama di utara kota Karamay.

Pegawai pemerintah, dosen dan mahasiswa juga didenda jika berpuasa. Menurut laporan tahunan USCIRF, banyak Muslim Uighur dipenjara karena terlibat dalam kegiatan keagamaan. “Diluncurkan atas nama stabilitas dan keamanan, Beijing melakukan penindasan terstruktur terhadap Muslim Uighur, termasuk penargetan pertemuan pribadi yang damai untuk studi agama dan ibadah,” kata Katrina Lantos Swett, ketua Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF), seperti dikutip oleh The Muslim Village pada Senin.

“Pembatasan agama yang sangat agresif sangat mengganggu bagi kehidupan Muslim Uighur,” kata Presiden UAA Alim Seytoff. Ia menyatakan, pengawasan ketat justru akan semakin memancing kemarahan rakyat Uighur. “Kekerasan bisa meletus lagi karena tindakan represif yang sistematis.”

Pengamat Cina di Singapura memperingatkan situasi di Xinjiang lebih dari masalah keamanan lokal. “Cina perlu mengelola minoritas dengan lebih baik,” kata Ronan Gunaratna, kepala Pusat Internasional untuk Penelitian Kekerasan Politik dan Terorisme Singapura.

Pengawasan ketat Cina atas Uighur, kata ahli lain, hanya akan membawa Cina memasuki “lingkaran setan” yang hanya menciptakan lebih banyak kebencian. Langkah-langkah ini benar-benar mengancam gejolak  yang berpotensi pecah sewaktu-waktu baik di tingkat regional, atau bahkan nasional.

“Cina bisa meledak di mana saja, tapi Xinjiang berada di barisan depan,” kata Kerry Brown, direktur Pusat Studi Cina di Universitas Sydney.

Etnis Uighur adalah minoritas berbahasa Turki dengan delapan juta warga di wilayah Xinjiang barat laut. Xinjiang, kerap disebut Turkestan Timur, menjadi otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi subyek tindakan keras aparat keamanan Cina.

Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang Cina bersikap represif terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama mencegahan terorisme. Muslim menuduh pemerintah berusaha memberangus jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan akhir melenyapkan identitas dan budaya.

Sumber: TEMPO.CO

Read Full Post »

Jakarta Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia. Dia bahkan belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.

Statemen Hasyim itu hari ini beredar luas lewat blackberry messanger. Hasyim yang dikonfirmasi detikcom, Sabtu (2/6/2012) membenarkan bahwa itu pernyataannya yang dia ucapkan saat menghadiri diskusi Peran Tokoh Islam dalam Perumusan Pancasila di gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/6) malam. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Amien Rais dan Jimly Asshiddiqie.

“Selaku Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) dan Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), saya sangat menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia,” ujarnya.

Hasyim menyatakan, kalau yang dipakai ukuran adalah masalah Ahmadiyah, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi politik Barat. “Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam,” katanya.

“Kalau yang jadi ukuran adalah GKI Yasmin Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai,” imbuhnya.

Kalau ukurannya pendirian gereja, kata Hasyim, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. “ICIS selalu melakukan mediasi,” katanya.

“Kalau ukurannya Lady Gaga dan Irshad Manji, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI/Polri/imam masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?” ujarnya.

Hasyim menilai, Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan menara masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama karena di sana ada UU Perkawiman Sejenis. “Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?” tanyanya

“Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekadar Westernisme,” kata Hasyim.
Sumber: DetikNews

Read Full Post »

Sebuah survei yang dilakukan Harris Interactive, menemukan 57 persen pemilih Partai Republik Amerika Serikat menyatakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama seorang muslim. Secara umum, dari 2.320 orang dewasa di Amerika Serikat yang disurvei antara 1 sampai 8 Maret 2010, 32 persen menyatakan Obama seorang muslim.

Kemudian 40 persen yang disurvei menyatakan Obama seorang sosialis, 25 persen menyatakan Obama akan menyerahkan kedaulatan Amerika Serikat pada pemerintahan dunia, dan sebagian kecil menyatakan dia melanggar konstitusi dan warisan Amerika.

Bahkan 20 persen percaya Obama tidak lahir di Amerika Serikat, meski ada fakta akta kelahiran Obama di Hawaii. Juga 20 persen percaya “Obama melakukan banyak hal seperti Hitler lakukan.”

Terdapat perbedaan kesan berdasarkan pandangan politik, partai politik dan pendidikan. Orang-orang yang tidak meraih pendidikan tinggi sebanyak 45 persen mengira Obama seorang muslim, sementara yang berpendidikan tinggi hanya 20 persen.

Berdasarkan pandangan politik, 51 persen konservatif mengira Obama adalah muslim, sementara hanya 26 persen moderat dan 16 persen liberal yang berpikiran seperti itu. Sementara berdasarkan pilihan partai politik, 57 persen Republikan menyatakan Obama muslim dan hanya 15 persen Demokrat dan 29 persen independen yang berpikiran seperti itu.

Survei ini dilakukan setelah John Avlon menulis sebuah buku “Wingnuts: How the Lunatic Fringe Is Hijacking America.” Buku ini menceritakan bahwa sejumlah orang Amerika memiliki pandangan ekstrem mengenai Presiden ke-44 Amerika ini.

“Jumlah baru ini mengagetkan meski tak mengejutkan,” kata Avlon mengomentari hasil survei. Survei ini, katanya, merupakan seruan kepada seluruh rakyat Amerika mengenai bahaya ketakutan dan kebencian karena sikap partisan yang berlebihan. “Rakyat Amerika harus ingat, sayap ekstrem ini melupakan bahwa patriotisme lebih penting daripada sikap partisan.”

Survei ini dilakukan pada orang dewas yang berumur di atas 18 tahun. Responden diambil secara proporsional berdasarkan umur, jenis kelamin, ras, pendidikan, wilayah dan pendapatan. Responden survei dipilih di antara yang bersedia untuk disurvei sehingga tidak bisa diperkirakan sampling error.

Harris Interactive adalah salah satu firma riset  berpengaruh di dunia. Harris Poll, begitu dikenal namanya, memiliki keahlian luas mulai dari kesehatan, teknologi, urusan umum, energi, telekomunikasi, jasa keuangan, media, restorat dan lain-lain. Harris meladeni pelanggan dari 215 negara di Amerika, Eropa dan Asia. @VIVAnews

Waulahualam bis’sawab.

Read Full Post »

ayat1Seorang bayi menimbulkan gelombang spekulasi di Rusia setelah frase-frase yang diduga sebagai ayat Alquran muncul di kulit tubuhnya. Ayat-ayat ini dikatakan tampak di punggung, lengan, kaki, dan perut bayi berusia sembilan bulan bernama Ali Yakubov sebelum kemudian hilang dan diganti dengan ayat-ayat baru.

Para dokter Rusia bingung atas kasus ini. Awalnya, ayat-ayat itu muncul di dagu si bayi beberapa minggu setelah lahir. Para dokter menyangkal bahwa tanda-tanda di kulit bayi itu ditulis seseorang.

Sang ibu, Madina, mengatakan bahwa dia dan suaminya bukan merupakan orang yang taat beragama sampai tulisan-tulisan itu muncul. Madina mengatakan, mereka awalnya tidak memperlihatkan kepada siapa pun mengenai tulisan-tulisan yang tidak bisa dijelaskan itu sampai akhirnya mengungkapkan hal tersebut ke dokter dan imam di desa mereka, Oktober Merah, yang merupakan kawasan dengan pengaruh Muslim yang kuat.

Saat ini, si bayi menjadi fokus perhatian orang-orang Muslim di kawasan tempat tinggalnya di Provinsi Dagestan yang berdekatan dengan daerah konflik Chechnya di selatan Rusia. Seorang anggota parlemen lokal, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan bahwa “Bayi laki-laki ini merupakan tanda dari Allah. Allah menggirimkannya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita.”

ayat2Ibu si bayi mengatakan, “Biasanya tanda-tanda itu muncul dua kali seminggu, pada hari Senin dan pada malam antara Kamis dan Jumat. Ali selalu merasa kesakitan ketika itu muncul. Dia menangis dan suhu tubuhnya tinggi. Tidak mungkin menggendongnya ketika itu terjadi. Badannya aktif bergerak, maka kami menempatkan dia di ayunannya. Sedih rasanya ketika melihat dia menderita.” Frase-frase itu, kata Madina, secara teratur bergantian muncul di kulit si bayi.

Seorang imam lokal, Abdulla, mengatakan kepada penduduk bahwa dalam Al Quran dikatakan, sebelum akhir zaman datang, akan muncul orang-orang dengan ayat-ayat kitab suci di tubuh mereka. Dia mengatakan, salah satu tanda yang terbaca berbunyi, “Jangan sembunyikan tanda-tanda ini dari orang-orang.” Kisah bayi dari Dagestan ini juga telah menarik perhatian media Rusia. @Kompas.com

Read Full Post »

tifatul52

Pernyataan Presiden PKS Tifatul Sembiring pada pemberitanan di Majalah Tempo edisi 1-7 Juni 2009 Hal. 29.

Pernyataan yang sangat menyakitkan bagi setiap muslim terlontar dari Presiden PKS dalam wawancaranya yaitu, “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?” katanya. “Soal selembar kain saja kok dirisaukan.”

Betapa nekat saudara Tifatul Sembiring mengorbankan Syari’at demi kepentingan kursiologi. Saya katakan, bahwa ucapan Tifatul Sembiring adalah penistaan dan penodaan terhadap Syari’at Islam. Orang non Islam saja tidak akan menyinggung perasaan Ummat Islam dengan perkataan seperti itu. Sungguh sangat ironis, ucapan seperti ini harus terdengar dari seorang pemimpin partai Islam.

Bagi saya, ini adalah persoalan yang sangat serius ditinjau dari sisi aqidah Islam karena sesungguhnya, perkara jilbab dalam pandangan syari’at Islam bukan sekedar simbol semata, tapi merupakan kewajiban bagi setiap muslimah untuk menutup auratnya berdasarkan perintah Allah Ta’ala (Hukum Qoth’i/ Nash Alqur’an) dan hal itu tidak pantas dikatakan hanya selembar kain.

PKS sebagai partai politik Islam, bahkan mengklaim diri sebagai Partai Dakwah tidak semestinya mengeluarkan pernyataan ini, maka seharusnya PKS segera menindak tegas pimpinannya saudara Tifatul Sembiring guna menjaga kesucian Agama Islam.

Begitu juga dimuat dalam situs resmi (www.inilah.com) pada tanggal, 01/06/2009 dengan judul “Jilbab Ani SBY Jawab ‘Jilbab Loro’ “ masih terkait ucapan saudara Tifatul Sembiring sbb: “…Malah Tifatul menyarankan, akan lebih bagus jika Ani SBY sejak dulu memakai jilbab ke acara PKS. Tapi terlepas itu semua, Tifatul menyebut pemakaian jilbab adalah hak asasi..” ?.

Sungguh sangat mengherankan ucapan tersebut sekaligus mengundang pertanyaan, apakah sedangkal itu pengertian Presiden PKS yang menganggap jilbab adalah hak asasi, bukankah menggunakan jilbab itu adalah perintah Allah Ta’ala yang wajib ditaati oleh setiap muslimah?

Alhasil, saya menghimbau kepada saudara Tifatul Sembiring untuk segera bertaubat kepada Allah Ta’ala dan meminta maaf kepada seluruh ummat Islam. Ingat, bahwa Allah Ta’ala akan menghukum kepada semua hambanya di mahkamah maha agung/ akhirat dimana tidak lagi bermanafaat harta benda, kedudukan dan kemewahan, hanya iman dan amal baik yang akan menyelamatkan kita dari kobaran api neraka.

Wallohu A’lam Bi Showab.
Salim Syarief MD.
http://info.myblogrepublika.com

Read Full Post »

Alquds – Infopalestina: Harian al Dustur edisi 22 November 2008 menyebutkan, seorang insinyur Israel di kota al Quds, Ory Shatrit, mengungkap tentang adanya rencana strategi yang disiapkan Israel untuk melakukan yahudisasi kota al Quds dari Agustus tahun 2004 hingga tahun 2020.

Tujuan dari rencana ini jelas, ungkap Shatrit. Yaitu yahudisasi al Quds (Jerusalem). Dia menegaskan bahwa al Quds adalah ibukota Israel dan harus tetap berada di bawah control politik Israel.

Saat memaparkan rencana Israel tahun 2020 ini Shatrit mengatakan, “Tujuan inilah yang ingin dicapai oleh Negara (Israel). Rencana yang diperoleh dari pemerintah kota al Quds dan sudah disetujui oleh Negara ini sudah diajukan. Diharapkan komposisi penduduk al Quds (Jerusalem) pada tahun 2020 30% Arab dan 70% Yahudi.”

Dia mengakui bahwa berdasarkan kondisi yang ada saat ini di kota al Quds, maka untuk mencapai tujuan ini dalam tahun-tahun dekat ini sulit untuk dicapai.

Dia mengatakan, “Peristiwa-peristiwa yang dilalui al Quds sejak tahun 1967 membuktikan sulitnya mencapai tujuan ini. Masalah ini nampak jelas pada tahun-tahun 1990-an, di mana hubungan prosentase antara Arab dan Yahudi sangat jauh dari yang diharapkan, yakni 30% dan 70%.”

Yahudikan al Quds, Hancurkan al Aqsha dan Dirikan Kuil

Sejak proklamasi berdirinya entitas negara zionis Yahudi pada tahun 1948 dan pengakuan terhadap entitas ini serta terhadap elemen pendukungnya, Israel merencanakan pengokohan perangkat-perangkat penopang bagi entitas ini dan menjadikan al Quds sebagai ibukotanya. Bersamaan dengan munculnya negara Israel, muncul konspirasi-konspirasi dan serangan-serangan permusuhan terhadap masjid al Aqsha. Tujuannya, melenyapkan peta sejaran Palestina untuk kemudian membangun diatasnya kuil Sulaiman. Orang-orang Yahudi mulai mengangkat semboyan, “Tidak ada artinya bagi negara Israel tanpa kuil dan tidak ada artinya kuil jika masjid al Aqsha masih ada.”

Berdasarkan sumber-sumber Palestina dan Israel, bahwa di sana ada 25 organisasi teroris zionis yang kesemuanya bekerja sepanjang waktu untuk menyahudikan al Quds dan mengusir warganya dari sana. Kemudian menghancurkan masjid al Aqsha dengan tujuan untuk mendirikan kuil di atasnya. Selanjutnya dimaklumatkan bahwa kota al Quds (Jerusalem) adalah ibukota negara “Israel”. Di samping itu bahwa negera “Israel” dengan insttusi-institusinya baik departemen maupun non departemen mendukung kelompok-kelompok teroris ini dan bergandengan tangan dengan anggota-anggota mereka yang radikal. Kemudian memberikan justifikasi setiap kejahatan yang mereka lakukan dalam orientasi ini. Berbagai upaya keji ini memiliki, paling tidak, tiga orientasi:

Pertama: Serangan terhadap al Aqsha

Aksi-aksi permusuhan ini terwujud dalam bentuk penggalian terowongan di bawah masjid al Aqsha yang telah dimulai sejak perang tahun 1967 (antara Arab dan Israel). Kala itu zionis Israel menguasai wilayah al Quds Timur (Jerusalem) dan menguasai seluruh wilayah Baitul Maqdis. Penggalian terowongan ini telah dimulai kala itu dengan dalih sebagai aktifitas biasa yang alasannya adalah untuk mendapatkan manfaat ilmiyah dan kajian sejarah. Penggalian ini telah melewati 10 tahap yang meliputi seluruh bagian masjid al Aqsha. Sampai-sampai fondasi masjid al Aqsha hari ini kosong dan masjid berdiri di atas tiang-tiang semu yang akan sangat mudah runtuh begitu terkena goncangan dari gempa bumi, baik itu gempa biasa (alami) maupun buatan sebagaimana gempa yang pernah diuji cobakan zionis Israel di Nagev sebagai persiapan langkah yang sudah pasti.

Masjid al Aqsha juga mengalami berbagai aksi serangan pembakaran dan serangan-serangan permusuhan lainnya. Dan saat ini, dinas-dinas intelijen serta keamanan dalam negerai “Israel” mengungkapkan kekhawatirannya atas kemungkinan peledakan masjid al Aqsha oleh tangan-tangan kaum radikal Yahudi. Meskipun di sana ada kemungkinan terjadi krisis internal Israel atau sanksi ekternal yang mendorong pemerintah penjajah Israel mengungkap kemungkinan-kemungkinan serangan ini, namun niat zionis yang keji untuk menghancurkan al Aqsha dan pembangunan Kuil tetaplah masih kokoh.

Kedua: Yahudisasi al Quds

Program yahudisasi al Quds telah mengambil berbagai arah orientasi dan trek, yang utamanya adalah merubah rambu-rambu dan margin-marginnya; menyahudikan sarana dan prasarana umum yang ada di al Quds; pemusatan institusi-institusi zionis Yahudi di al Quds seraya menghapus identitas dan budaya nasional lama al Quds; yahudisasi pendidikan, ekonomi dan peradilan; penggusuran rumah-rumah warga Palestina secara berkesinmbungan serta yahudisasi bangunan dan perumahan; melakukan rencana-rencana permukiman untuk para pendatang Yahudi baru secara berkesinambungan. Pemerintah Israel juga membuat sejumlah undang-undang di mana pokoknya adalah penggabungan al Quds (dalam wilayah Israel), undang-undang kepemilikan tanah yang ditinggalkan pemiliknya, undang-undang ganti rugi dan penuntutan kembali harta kekayaan orang Yahudi, undang-undang alih kepemilikan dan undang-undang kembali ke tanah Israel. Zionis Israel juga melakukan perluasan al Quds dan membangun ‘sabuk’ permukiman Yahudi yang mengelilingi al Quds. Zionis Israel juga merekayasa pengusiran warga Palestina penduduk al Quds dengan dalih kondisi demografi. Memberlakukan kebijakan penutupan dan pengepungan serta berbagai jenis pungutan pajak. Terakhir zionis Israel membangun tembok pemisah rasial dengan pintu-pintu dan memberlakukan sistem keluar masuk al Quds lewat pintu-pintu ini. Semua itu tujuannya tidak lain adalah untuk memaksa warga Palestina di al Quds hengkang dan pergi secara perlahan untuk kemudian digantikan oleh orang-orang zionis Yahudi.

Ketiga: Pembangunan Kuil

Zionis Yahudi berpendapat bahwa tidak ada artinya bagi negara “Israel” tanpa pembangunan kuil. Mereka sekarang ini tengah bersiap-siap untuk membangun ini dan mengumpulkan dengeng-dongeng mereka yang mengatakan bahwasanya tidak boleh menunda pembangunan kuil melebihi tahun 2005. Itu karena mereka berkeyakinan bahwa turunnya al Masih sudah dekat. Tidak boleh terjadi al Masih datang sementara kuil belum ada. Saat ini mereka telah menyiapkan batu-batu kuil sebagaimana halnya mereka juga telah menyiapkan contoh repilika kuil yang akan dibangun. Mereka tengah menunggu-nunggu kesempatan yang tetap untuk memasukan batu-batu ini ke dalam Baitul Maqdis dan memulai pembangunan kuil. Namun mereka menolak melakukan pembangunan kuil dengan kewujudan masjid al Aqsha. Oleh kerena itu mereka berpendapat harus dilakukan penghacuran masjid al Aqsha terebih dahulu kemudian baru dibangun kuil setelah itu. Kita telah membaca dan mendengar skenario-skenerio radikal zionis yang diajukan untuk menghancurkan masjid al Aqsha. Di antara mereka ada yang berpendapat dengan menciptakan gempa buatan dekat dengan masjid untuk meruntuhkan masjid. Kemudian setelah itu zionis Yahudi mengklaim bahwa itu adalah gemba alami. Di antara mereka ada yang berpendapat dengan meledakannya dengan bom. Dan di antara mereka ada yang berpendapat dengan serangan pesawat atau dengan rudal dan lain sebagainya.

Begitulah, bahwa kita mendapati yahudisasi al Quds, penghancuran masjid al Aqsha dan pembangunan kuil adalah strategi zionis untuk satu skenario. Nauzubillah Himinzaliq, Summa nauzubillah.

Read Full Post »

Older Posts »