Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Berdasarkan penilaian yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2011/2012 pada 5 September, Universitas Indonesia (UI) berada pada peringkat ke-217 (peringkat 236 pada 2010). QS World University Ranking 2011/2012 yang menilai lebih dari 600 perguruan tinggi terbaik di dunia menempatkan UI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam Top 300 Universities in the World.

Dibandingkan dengan peringkat 2010, UI meningkat secara signifikan yaitu sebanyak 19 tingkat yaitu peringkat ke-217 (skor 45.10). Pada 2010 UI berada pada urutan ke-236 (skor 42.56). UI mengungguli sejumlah perguruan tinggi favorit di dunia seperti University of Notre Dame, United States (urutan ke-223, skor 44.8), Mahidol University Thailand (urutan ke-229, skor 43.10), University of Technology, Sydney Australia (urutan ke-268, skor 39.7).

Pemeringkatan QS World University Ranking 2011/2012 menilai pada lima rumpun ilmu yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science dan Social Sciences & Management. Pada bidang ilmu Arts and Humanities UI berada pada peringkat 142, bidang Engineering and Technology UI pada peringkat 232, bidang Life Sciences and Medicine peringkat 162, bidang Natural Science peringkat 258 dan bidang Social Sciences & Management pada peringkat 124.

QS World University Ranking menggunakan enam parameter dalam pemeringkatan yaitu academic reputation (40 persen), employer reputation (10 persen), student/faculty ratio (20 persen), citations per faculty (20 persen), international faculty (5 persen) dan international students (5 persen).

Prestasi Nasional

Pencapaian ini tidak hanya milik UI sendiri, tetapi juga merupakan prestasi nasional. Ini karena prestasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di UI. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2010 telah mencanangkan program peningkatan kualitas dan daya saing internasional perguruan-perguruan tinggi nasional melalui program internasionalisasi.

Program tersebut dimanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan pemberian beasiswa luar negeri bagi dosen, fasilitasi publikasi internasional, fasilitasi riset kolaborasi internasional, pelatihan bagi dosen, pengembangan sistem manajemen berbasis kinerja, dan sebagainya.

Strategi Peningkatan Daya Saing UI

Jika dilihat dari parameter penilaian dalam pemeringkatan QS World University Ranking, indikator-indikator yang digunakan cukup komprehensif. Indikator yang dimaksud adalah kualitas akademik, publikasi, manajemen, rasio kecukupan dosen, serta pertukaran mahasiswa/ dosen internasional.

Peningkatan kualitas pada unsur-unsur tersebut memerlukan kerja yang serius untuk mengembangkan potensi yang ada baik dari dalam maupun dari luar UI. UI sendiri sejak 2007 telah mencanangkan visi untuk menjadi universitas riset berkelas dunia.

UI diharapkan dapat menjadi universitas yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dari karya-karya risetnya yang kualitasnya memiliki daya saing di tingkat internasional. Visi ini sejalan dengan Rencana Strategis Ditjen Dikti Kemdiknas 2010-2014, sehingga dukungan dan fasilitasi pemerintah melalui Kemdiknas memungkinkan UI mencapai visi tersebut.

Strategi UI untuk meningkatkan daya saing internasional terdiri dari konsolidasi internal, horisontalisme dan kolaborasi global. Konsolidasi internal dilakukan dengan memperkuat sistem administrasi dan manajemen pendidikan di UI. Di antaranya dengan melakukan integrasi sistem administrasi keuangan dan sumberdaya manusia.

Administrasi keuangan UI sejak 2009 telah mulai terintegrasi dan transparan. Integrasi tersebut telah memungkinkan UI untuk melaksanakan program-program peningkatan kualitas dengan lebih baik dan mereduksi hambatan yang berasal dari kesulitan pembiayaan.

Transparansi keuangan juga lebih terjamin dengan pengembangan sistem informasi yang lebih baik dan dilakukannya audit eksternal. Horisontalisme dilakukan dengan pengintegrasian rumpun ilmu. Di ranah akademik, tradisi keilmuan yang multidisipliner di tiga rumpun ilmu, yaitu kesehatan, teknologi dan sosial mulai dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

Kolaborasi global juga secara aktif dilakukan oleh UI dalam 4 tahun terakhir. Jumlah kerjasama internasional untuk program-program dual degree dan kelas internasional terus ditingkatkan. Kerja sama riset dengan universitas-universitas internasional terkemuka juga terus ditingkatkan.

Kinerja yang dihasilkan dari strategi ini cukup memuaskan. Dalam 2010, telah terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi jurnal hingga mencapai angka 200 persen, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan aturan organisasi menjadi pendukung pencapaian UI sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia.

Pencapaian ini bukanlah hal mudah di tengah-tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sehingga diperlukan perjuangan tiada henti untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi UI sendiri maupun pendidikan Indonesia pada umumnya.
@sumber: republika.co.id

Iklan

Read Full Post »

Surabaya, Bahan bakar minyak ternyata tak hanya bersumber dari gas alam, fosil, atau mineral saja. Buah lemon yang rasanya segar ternyata juga dapat menjadi bahan bakar kendaraan. Bahan bakar ini diciptakan sejumah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Jawa Timur, baru -baru ini. Sari lemon dicampur dengan asam sulfat untuk menjadi bahan bakar penggerak.

Bahan bakar ini akan dipakai untuk mobil ciptaan mahasiswa ITS yang dinamakan spektronik. Bodi mobil ini dibuat dari akrilik dan fiber berukuran 30 sentimeter dan berat 1,5 sampai 2 kilogram. Mobil ini akan diikutkan dalam lomba kimia antarmahasiswa se-Asia Pasifik di Taiwan, 4 Oktober.

“Penggeraknya (mobil) dengan lemon,” kata Hardianto, ketua tim spektronik,” baru-baru ini. “Proses kontrolnya lemonnya harus murni secara kimia, tidak boleh ada listrik, tidak boleh mekanik.”

Di Taiwan, nantinya karya mahasiswa ITS harus bersaing ketat dengan peserta dari Cina, India, Vietnam, dan Amerika Serikat. (BOG) sumber: liputan6.com

Read Full Post »

SEJUMLAH orangtua murid-baru SMPN 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan biaya masuk sekolah tersebut yang mahal. Padahal sekolah itu diadakan untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan warga di Perumahan Pamulang Permai.

“Luar biasa mahalnya. Masak masuk SMP Rp 12.5 juta. Jauh lebih mahal ketimbang masuk SMA atau perguruan tinggi.” ucap Anto, orangtua murid baru. Jumat (11/6).

Menurut dia. SMPN 4 Tangerang Selatan semula bernama SMPN 1 Pamulang dan dibangun pada tahun 1987. Sekolah Itu sebagai fasilitas so-slal/fasilitas umum (fasos/fasum) dari Perumahan Pamulang Permai.

“Dulu statusnya sebagai sekolah reguler, tapi tiga tahun terakhir menjadi RSBI (rintisan sekolah berstandar Internasional-Red).” katanya.

Ditambahkan Aminuddin, orangtuamurid lainnya. SMPN 4 Tangerang sejak menjadi RSBI menjadi sekolah yang berorientasi uang. “Semua tergantung keberanian orangtua murid membayar. Biarpun muridnya pintar, kalau tak mampu bayar ya tidak bisa masuk SMPN 4.” katanya.

Menurut Aminuddin, yang sudah menetap di Pamulang Permai sejak 1986, sekolah Itu dibangun pihak pengembang bersama Dinas Pendidikan Tangerang untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi warga Pamulang Permai. Tujuannya supaya warga perumahan ini tidak repot mencari sekolah bagi anaknya.” katanya.

Tidak transparan Menurut kedua orangtua murid itu, pihak sekolah tidak mau merinci untuk apa saja biaya masuk sebesar Itu. “Kami selalu bertanya, tapi pihak sekolah tidak pernah transparan.” kata Anto. Saat ini. lanjutnya, sudah ada 320 murid baru yang masuk SMPN 4. Sebagai tanda Jadi, orangtua murid harus membayar 50 persen, sementara uang sekolahnya Rp 500.000 per bulan.

Sementara itu, pihak SMPN 4 Tangerang tidak mau banyak berkomentar. Seorang guru yang ditemui mengatakan, biaya masuk Rp 10 Juta. “Namanya sekolah bagus ya mahal. Karena di sini bahasa pengantarnya bahasa Inggris, pakai AC. dan komputer lengkap,” ucap guru yang enggan disebutkan identitasnya itu. Menurut dia. SMPN 4 Tangerang tidak berorientasi uang. “Kalau ada yang tidak mampu malah kami gratiskan.” ujarnya, (ver). Sumber:WartaKota.co.id : http://www.wartakota.co.id/detil/berita/25977/Wow-Masuk-SMPN-4-Rp-125-Juta

Diskusi di Kaskus: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4464177

Read Full Post »

Dikampanyekan Tolak Parpol dan Politisi Pendukung UN
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar menghentikan ujian nasional dan ujian akhir sekolah berstandar nasional atau UN/UASBN mulai tahun 2009. Sistem evaluasi belajar seperti itu dinilai keliru dan sangat merugikan siswa.

Untuk itu, pemerintah harus mencabut pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyangkut masalah UN/UASBN.

Sikap tegas itu disampaikan Ketua KPAI Masnah Sari dalam acara peluncuran Pos Penyampaian Aspirasi dan Pengaduan Masalah UN/UASBN PO Box 1123 Jakarta Pusat 10110 atau SMS 08159502992 di Jakarta, Senin (26/5). Hadir dalam acara tersebut siswa SD-SMA, guru, lembaga swadaya masyarakat, anggota DPR, dan pengamat pendidikan.

Menurut Masnah, kebijakan UN/UASBN seperti dalam bentuknya sekarang tidak mengakomodasi perkembangan potensi siswa yang beragam sebagaimana fungsi pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. ”Evaluasi siswa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Adapun evaluasi secara nasional seyogianya diberikan sebagai pemetaan pendidikan, tetapi bukan penentuan lulus tidaknya seseorang dari lembaga pendidikan,” kata Masnah.

Sekretaris KPAI Hadi Supeno menjelaskan, KPAI memantapkan diri untuk menolak penyelenggaraan UN/UASBN seperti sekarang karena pendidikan yang berjalan di sekolah menjadi tidak ramah anak. Pemerintah terlihat mengeksploitasi anak-anak demi gengsi politik.

”Tugas KPAI sebagai lembaga negara untuk memberi saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden. Kali ini lebih tegas karena pengkajian yang dilakukan KPAI sudah secara menyeluruh demi kepentingan terbaik anak,” kata Hadi.

Wakil Koordinator Education Forum Yanti Sri Yulianti mengatakan, seruan kepada masyarakat untuk tidak memilih pemimpin, politisi, dan partai politik yang memaksakan UN/UASBN semakin gencar digulirkan ke daerah-daerah sejak tahun lalu. ”Sudah ada keputusan Pengadilan Tinggi DKI yang memerintahkan supaya UN dilaksanakan setelah standar nasional pendidikan dipenuhi dulu,” ujarnya. @Sumber Kompas

Read Full Post »

Kebijakan pendidikan nasional saat ini cenderung mengarah ke neoliberalisme yang menjadikan pendidikan sebagai komoditas. Akibatnya, pendidikan tidak lagi dijalankan dalam semangat untuk mencerdaskan seluruh kehidupan warga negara, terutama dalam pembangunan kepribadian dan moral.

”Sekolah dan universitas kita berlomba-lomba menjadi world class university. Tapi, apakah mereka peduli dan bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa ini?” kata HAR Tilaar, guru besar (emeritus) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dalam seminar memperingati Dies Natalis Ke-44 UNJ di Jakarta, Kamis (22/5).

Menurut Tilaar, pendidikan nasional saat ini belum mampu berkontribusi dalam memecahkan persoalan dasar bangsa. Kondisi ini akibat pemerintah yang lebih mengarahkan pendidikan nasional agar mampu bersaing dengan negara-negara maju, tetapi melupakan pembangunan bangsa agar mampu menjadi bangsa yang mandiri.

”Kebijakan pendidikan nasional yang dibuat pemerintah dan DPR itu tidak berdimensi jauh ke depan. Yang diutamakan pendidikan intelektual semata untuk bisa bertanding dengan negara maju. Itu baik. Tapi, bangsa ini membutuhkan manusia-manusia terdidik dan berkepribadian yang mampu menyelesaikan persoalan bangsa yang jika diabaikan akan semakin akut kondisinya,” kata HAR Tilaar.

Menurut Tilaar, banyak persoalan bangsa yang sangat mendesak untuk diselesaikan. Misalnya, ketergantungan pada impor yang sangat tinggi untuk barang konsumsi, termasuk impor kedelai untuk bahan baku makanan tradisional tahu dan tempe.

Persoalan lain adalah kemiskinan yang semakin luas dan semangat nasionalisme yang semakin pudar di kalangan masyarakat. ”Mestinya, pendidikan bisa berkontribusi menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Kebijakan pemerintah diharapkan bisa membawa pendidikan ke arah terciptanya harga diri sebuah bangsa, nasionalisme yang tumbuh untuk melawan keterpurukan, dan secara bersama-sama melawan kebodohan yang menjadi pangkal kemiskinan.

Memasung kreativitas
Asvi Warman Adam, sejarawan dan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengatakan, pendidikan yang berlangsung umumnya memasung kreativitas dan sikap kritis anak. Dalam kurikulum Sejarah, misalnya, generasi muda bangsa ini sering diharuskan menerima kebenaran tunggal versi pemerintah soal sebuah peristiwa sejarah. Mestinya anak didik diperkenankan menerima informasi lain sebagai bahan pembanding untuk memperkaya wawasannya.(sumber Kompas)

Read Full Post »