Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Penipuan’ Category

Kepolisian China menyita sebanyak 26 ton susu mengandung melamine di sebuah pabrik di kota Chongqing. Rencananya, susu ini akan digunakan sebagai bahan pembuat es krim dan kue

Dilansir dari laman CNN, Rabu, 27 April 2011, Biro Keamanan Publik China mengatakan bahwa susu itu tersimpan di gudang persediaan pabrik. Kala itu, pabrik ditutup sementara untuk perawatan mesin-mesin produksi.

Karena penutupan ini, susu yang terkontaminasi melamine belum sempat digunakan untuk makanan dan tersebar di masyarakat. Pada pabrik juga ditemukan stok lama yang seharusnya sudah dibuang, namun sepertinya masih akan dipasarkan.

Lima tersangka ditahan polisi, diantaranya adalah manajer perusahaan. Kelimanya kemungkinan akan menghadapi tuntutan kriminal.

Sektor makanan China telah sejak lama ditimpa skandal racun dan pencemaran makanan. Pada 2008, sedikitnya enam anak tewas dan 300.000 lainnya menderita sakit akibat meminum susu mengandung melamine.

Melamine digunakan di dalam susu untuk mengecoh petugas inspeksi makanan. Menambahkan melamine ke produk susu dan makanan dapat menambah tingkat protein, namun timbal yang tinggi dalam melamine dapat merusak ginjal dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Pada tahun ini saja, pemerintah China telah menemukan kandungan racun dan bahan tambahan berbahaya pada daging babi, tauge, dan roti. Sampai saat ini, sebanyak 21 orang telah dijatuhi hukuman akibat pencemaran, dua diantaranya telah dihukum mati.
Sumber: VivaNews.Com

Iklan

Read Full Post »

Tidak hanya curang dengan menggunakan laser untuk merusak para pemain Timnas Indonesia, Malaysia kembali ketahuan mencuri salah satu karya terbaik anak bangsa. Sebuah lagu karya musisi senior Indonesia Imaniar digunakan tanpa izin oleh musisi Malaysia, Misha Omar.

Imaniar menceritakan bahwa awalnya ia dikontrak oleh BMG Indonesia untuk membuat dua album pada tahun 2000. Saat itu, lagu tersebut memang belum ada judulnya. Namun karena ada resesi pada tahun itu, maka lagu miliknya tidak terlalu dipromosikan.

“Lagu diciptain tahun 2000 waktu itu saya di kontrak sama BMG Indonesia dua album kalau gak salah. Terus saya ciptakan lagu ini sama Yossi Hitiyaubesi. Jadilah album yang judulnya IMANIAR gak pakai judul lagu. Kemudian hitnya di situ ditulisnya Semoga Abadi. Dan saya sudah buatkan video klipnya, tapi tidak terlalu populer dan tidak terlalu di promosikan kenapa pada saat itu ada resesi pada tahun 2000. BMG mungkin terbenturnya di situ yang seharusnya Imaniar promosinya penuh menjadi setengah sehingga orang gak banyak tahu lagu ini,” ungkap Imaniar ketika ditemui di Studio 15 Jl. Musi no.34 Tanah Abang II jakarta Pusat.

Setelah tahu digunakan tanpa izin, yang lebih menyakitkan adalah suara Imaniar tetap digunakan dalam lagu milik Misha Omar tersebut. Selain itu tidak ada keterangan pencipta ketika lagu dan CD lagu itu dirilis oleh musisi Malaysia tersebut.

“Mungkin karena tidak terlalu menguntungkan atau gimana saya gak tahu, akhirnya pada tahun 2006 lagu itu di pakai oleh Misha Omar dengan judul yang sama. Cuma di CD atau kasetnya di tulis tidak ada penciptanya yang paling sakit hati suara saya itu di pakai oleh Misha Omar sebagai backing vokalnya. Benar-benar sakit hati kulonuwon (permisi) aja gak ada, jadi benar-benar diinjak deh,” tutur Imaniar.

Inilah lagu Semoga Abadi yang menjadi sumber konflik tersebut, dalam versi Misha Omar yang dibuat tanpa izin:

Read Full Post »

Medan (ANTARA News), Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Penyelamat Uang Rakyat (Gempur) berunjukrasa ke Graha Pro XL Medan, Kamis, karena menganggap operator selular itu telah melakukan penipuan terhadap konsumennya.

“Pemerintah kami minta segera mencabut izin PT Excelindo Pratama selaku operator Pro XL,” kata Ketua Gempur, Aminullah Siagian, dalam orasinya.

Menurut dia, Pro XL sebagai operator telepon selular dianggap telah melakukan penipuan guna mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari masyarakat.

Pro XL menawarkan paket “Tengah Malam Ngirit” (TMN) dengan hanya membayar Rp9 per detik tetapi dalam kenyataannya pulsa handpone masyarakat “disedot” habis. Masyarakat yang pada awalnya sangat tertarik dengan “paket hemat” tersebut berakhir kecewa.

Perbuatan yang dipraktikkan Pro XL tersebut merupakan sikap neokapitalisme yang sering dilakukan negara asing yang hanya berorientasi keuntungan materi, tanpa memperdulikan kerugian rakyat Indonesia, katanya.

Praktik yang merugikan tersebut pernah dilaporkan dan digugat oleh salah seorang warga Kota Medan, Jhon Parlin, ke Poltabes Medan dengan nomor surat pengaduan LP/2154/VII/2006.

Kasus tersebut telah disidangkan sampai ke Mahkamah Agung (MA) yang mengeluarkan putusan yang memenangkan gugatan warga dengan nomor surat 01.K/Per/Kons/2007.

Namun sampai saat ini eksekusinya belum dilakukan dan Pro XL tidak ditindak meski dianggap masih melancarkan program yang tetap merugikan masyarakat. “Diharapkan Poltabes dan Pengadilan Negari Medan segera mengeksekusi putusan MA tersebut,” katanya. © 2008 ANTARA http://www.antara.co.id/view/?i=1219919859&c=NAS&s=

Read Full Post »

Kedutaan Besar RI di Wellington meminta para calon tenaga kerja Indonesia di Tanah Air agar mewaspadai iming-iming pekerjaan ke Selandia Baru, karena ada beberapa WNI yang tertipu.

Peringatan itu disampaikan Kabid Penerangan KBRI Wellington, Sekretaris I, Tri Purnajaya, menjawab pertanyaan ANTARA News, Rabu, tentang kasus-kasus penipuan pihak tak bertanggungjawab kepada WNI yang mendambakan pekerjaan di Selandia Baru.

Tri mengatakan, KBRI mengakui adanya beberapa orang yang ingin memanfaatkan situasi padahal yang ingin dipromosikan KBRI sejak awal adalah pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Tanah Air ke Selandia Baru melalui “jalur yang benar”. “KBRI senantiasa mengimbau segenap masyarakat Indonesia agar tidak tertipu dengan iming-iming dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Tapi menurut kami, jumlah korban tidak terlalu banyak dan sudah ditangani aparat kepolisian,” katanya.

Peringatan KBRI Wellington tentang perlunya WNI mewaspadai upaya penipuan ini telah dituangkan dalam surat pemberitahuan bagian fungsi konsuler KBRI No.213/05/IV/2008 tertanggal 18 April 2008.

Dalam surat pemberitahuan itu, terungkap bahwa KBRI Wellington telah menerima banyak pertanyaan dan keluhan dari WNI yang ada di Tanah Air maupun di Selandia Baru.

Bahkan beberapa di antaranya telah merasa ditipu pihak-pihak tidak bertanggungjawab di Indonesia yang memberi mereka harapan bekerja di Selandia Baru.

Pekerjaan yang dijanjikan itu tak kunjung ada padahal mereka mungkin sudah membayar sejumlah uang kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab itu.

Surat tersebut menyebutkan bahwa peluang kerja di Selandia Baru memang ada di beberapa sektor, seperti perkebunan, peternakan dan sektor-sektor lain yang memerlukan keterampilan khusus.

Namun khusus untuk sektor perkebunan, Pemerintah Selandia Baru lebih memberikan prioritas kepada warga negaranya sendiri, lalu warga negara Pasifik, dan baru “warga negara lain”. “Khusus untuk tenaga kerja dari Indonesia, kesempatan kerja hanya diberikan oleh perusahaan perkebunan Selandia Baru yang pernah mempekerjakan TKI sebelumnya. Jumlah TKI yang dapat diserap dalam kategori ini relatif sangat kecil.”

Surat KBRI Wellington itu lebih lanjut menyebutkan, lapangan pekerjaan di luar sektor perkebunan umumnya memerlukan keterampilan khusus.

Bagi para WNI yang tertarik dengan peluang kerja di Selandia Baru, KBRI Wellington mengimbau mereka untuk mencari informasi akurat di situs imigrasi Selandia Baru maupun menghubungi Kedubes Selandia Baru di Jakarta.

Mengenai modus penipuan yang berkedok kursus-kursus singkat di Selandia Baru, KBRI Wellington mengingatkan semua WNI tentang status/jenis visa yang umumnya tidak bisa digunakan untuk bekerja. “Imigrasi Selandia baru memang dapat memberikan kesempatan kepada warga negara asing untuk mengikuti kursus-kursus singkat di Selandia Baru, misalnya kursus bahasa Inggris dan keterampilan lainnya.”(*) @Antara

Read Full Post »