Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘bank’

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat industri perbankan Indonesia masih menghadapi masalah inefisiensi. Hal ini terlihat dari tingginya net interest margin (NIM) bank di Indonesia, yaitu sekitar 5,8 persen per Desember 2010. Padahal, NIM di Malaysia, Singapura, dan Filipina rata-rata 2,2 persen-4,5 persen.

Tak hanya itu, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di Indonesia masih sebesar 81,6 persen, sementara ketiga negara tersebut rata-rata 32,7 persen-73,1 persen. Melihat ini semua, KPPU menilai, produk dan jasa perbankan di Indonesia bersifat heterogen dan bentuk pasarnya diduga sudah mengarah kepada struktur persaingan monopolistis. Dalam kondisi tersebut, produk perbankan sangat tersegmentasi dan masing-masing bank masih memiliki market power walau jumlah bank masih relatif banyak.

Ketua KPPU M Nawir Messi menjelaskan, ketika suku bunga acuan atau BI Rate stabil di kisaran 6,5 persen-6,75 persen dan suku bunga dana pihak ketiga (DPK) sudah stabil di kisaran suku bunga penjamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), maka besaran suku bunga kredit idealnya bisa di bawah 10 persen. Namun, anomali masih saja terjadi, suku bunga kredit secara umum masih berada di atas 10 persen.

“Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kisaran NIM perbankan yang masih berada di kisaran 6 persen atau terburuk peringkatnya di kawasan ASEAN,” kata Nawir Messi, di Kantor KPPU, Rabu (9/3/2011).

Selain itu, Nawir menuturkan, juga terdapat permasalahan dalam penetapan suku bunga kredit, di mana beberapa faktor seperti transparansi struktur biaya, premi risiko, serta ekspektasi inflasi juga diduga berperan dalam tingginya suku bunga kredit perbankan.

“Tingginya suku bunga kredit bank mengakibatkan biaya dana atau cost of fund yang harus dibayar sektor riil relatif mahal sehingga tidak bisa bersaing dengan produk impor yang suku bunga kredit bank domestik sudah di bawah 10 persen,” tuturnya.

KPPU akan terus memonitor pergerakan suku bunga kredit sambil terus mengumpulkan informasi terkait yang dibutuhkan khususnya yang terkait dengan penegakan hukum dan advokasi kebijakan. KPPU juga akan mengintensifkan pembicaraan dengan Bank Indonesia agar KPPU dapat memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai produk perbankan serta profil tingkat persaingannya. (Nina Dwiantika, Roy Franedya/Kontan) @Kompas.com

Iklan

Read Full Post »

bankcentury-100909-02Audit pengucuran dana kepada Bank Century yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih terganjal masalah penelusuran aliran dana.

“Yang masih belum komplit itu penelusuran aliran dana. Kalau yang lain-lain sudah,” ujar anggota BPK Hasan Bisri usai pengucapan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Menurut dia, penelusuran dana tersebut membutuhkan waktu cukup lama karena BPK membutuhkan bantuan dari Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) dan membutuhkan ijin dari bank yang tersangkut aliran dana tersebut.

Hasan tidak bersedia menyebut berapa jumlah rekening yang sudah ditelusuri oleh BPK termasuk mengungkap deposan besar dalam aliran dana tersebut.

“Pokoknya aliran dana itu yang menurut kita perlu ditelusuri, kita telusuri. Banyak, dari Bi saja 50, yang jelas banyak, kalau ratusan tidak sampai,” katanya.

Hasan Bisri yang melanjutkan jabatan sebagai anggota DPR untuk periode 2009-2014 itu mengatakan audit pengucuran dana Bank Century pasti menjadi pekerjaan rumah utama pimpinan BPK yang baru, terutama karena DPR meminta audit tersebut secara khusus.

“Kita nanti akan bicarakan secara pleno. Yang jelas tim jalan terus, tim kan tidak bisa berubah-ubah. Yang berubah pimpinannya saja. Jadi apa yang sudah digariskan Pak Anwar akan kita lanjutkan,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Ketua BPK Anwar Nasution yang mulai tidak bertugas sejak 19 Oktober 2009 mengakui sulitnya audit penelusuran dana dari kasus Bank Century.

“Aliran dana itu sangat sulit. Lihat itu Bank Bali dulu itu perlu waktu berapa bulan, ongkosnya itu 2,5 juta dolar AS untuk melakukan audit ini. Kita belum ke sana, makanya kita minta PPATK, tergantung pada kesiapan PPATK untuk melihat aliran dana itu,” tuturnya.

Anwar mengatakan saat ini audit pengucuran dana kepada Bank Century sudah selesai sebanyak 70 persen.

Untuk menyelesaikan 30 persen sisanya, ia memperkirakan, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan.(*) @sumber: antaranews

Read Full Post »