Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2007

Yahudi, Nashrani (Kristen), dan Islam dapat dikatakan sebagai tiga agama yang masih bersaudara dekat. Karena sama-sama bersumber dari ajaran Ibrahim. Namun, dalam bentangan sejarah ketiga agama ini sering  terlibat perseteruan yang sangat melelahkan. Konflik yang terjadi antara ketiga penganut agama yang meskipun dipicu oleh kepentingan politik sangat mudah dicarikan doktrin theologis pembenar untuk mengabadikan dan mangalihkan konflik menjadi konflik agama.

Buku yang ditulis muallaf mantan pendeta kristen ini berusaha meluruskan beberapa kesalahpahaman yang diabadikan oleh sejarah untuk terus memproduksi konflik tiga agama bersaudara ini. Kalau kemudian isu sesat tentang Islam yang beredar di kalangan barat mendapat porsi paling banyak dibahas di dalam buku ini bukan karena penulisnya adalah seoarng muslim, tetapi karena isu sesat yang paling banyak beredar di dunia barat adalah tentang Islam.

Orang barat akan dapat mencari alasan pembenaran praktek menyimpang dunia timur jauh (China, India, dan pedalaman Indonesia) dengan alasan kearifan lokal yang kadang terkesan dicari-cari alasan pembenarnya, ataupun tindakan biadab pembunuhan banteng oleh para matador. Banteng sehat disakiti dan dilukai demi sedikit sampai mati kehabisan darah tetapi dengan lantang mereka mengutuk ibadah kurban sebagai hari pembantaian binatang.
Orang barat dapat menerima “kearifan” kaisar China yang mempunyai ribuan selir sampai lupa satu-persatu nama mereka, tetapi mereka mengutuk Nabi Muhammad yang berpoligami bahkan juga mengutuk Muhammad sebagai pelaku pedophilia (kejahatan seksual terhadap anak-anak), hanya karena Muhammad memperistri Aisyah pada usia yang masih muda.

Di samping meluruskan beberapa fitnah yang terlanjur dipercaya sebagai fakta sejarah, Jerald Dick juga mencoba memperbandingkan ketiga ajaran agama ini dengan lebih tepat. Memperbandingkan teks dengan  teks dan meperbandingkan praktek dengan praktek dan mencoba mendudukkan teks Al-Qur’an dan Hadits pada konteks kejadiannya. Hal itu dilakukan karena banyak ilmuwan barat yang berbuat tidak adil di dalam memperbandingkan teks suci ataupun membaca teks suci itu sendiri. Yang kinayah dibaca apa adanya dan yang sudah jelas malah disamarkan dengan aneka penafsiran. Kebiasaan buruk ilmuwan barat yang lain yg dilurusakn Jerald kesukaan mereka membaca teks Qur’an secara parsial sepotong demi sepotong sehingga maknanya menjadi sangat berlainan.

Pada bagian lain Jerald juga memberi beberapa catatan tentang etika peperangan yang berlangsung selama perang salib. Sastra barat selalu saja menggambarkan pasukan Muslim sebagai pasukan barbar yang haus darah dan tidak kenal etika, padahal dalam dokumen sejarah, yang terjadi adalah sebaliknya. Tawanan kristen yang di tangan pihak muslim selalu dilindungi dan diperlakukan secara terhormat, sedang tawanan Muslim di tangan barat selalu dinistakan bahkan dibantai secara kejam.

Pada bagian awal buku ini  Jerald menulis alasan mengapa dia memilih beragama Islam dan meninggalkan agama lamanya. Inilah yang tampaknya bagian paling menarik buku ini.  Dia masuk Islam bukan karena paksaan dari kekuasaan, bukan pula karena terpesona oleh retorika juru dakwah Islam dalam menjelekkan dan menujukkan kelemahan basis teologis agama kristen tetapi dia terpesona oleh akhlak kolega arabnya yang kebetulan beragama Islam dan dia konsisten pada ajaran agama Islamnya walau dia berada di rumah orang kristen.

Pengakuan jujur Jerald tersebut, di samping dapat dijadikan sebagai bingkai untuk menelaah buku ini juga dapat dijadikan sarana bercermin para juru dakwah kita yang kadang lebih suka menjelekkan-jelekkan agama oarang lain sambil menunjukkan keunggulan agama kita. Padahal semua keunggulan kita itu sekarang ini sedang surut karena mayoritas pemeluknya sudah mengingkari spirit sejatinya. Lebih suka memuja masa lalu tetapi melupakan masa sekarang.

Semua orang Islam tahu bahwa ayat pertama adalah perintah untuk membaca dan belajar, semua orang Islam juga tahu kalau kerja keras dan menepati janji itu merupakan keharusan dalam bermuammalah tetapi spirit itu justeru ditangkap oleh orang barat lewat persentuhan mereka dengan budaya Islam selama perang salib, sedang umat Islam justeru mempelajari kepengecutan mereka, kalau sekarang bandul sejarah berayun ke barat dan putaran peradaban menyeret kaum Muslim pada titik nadzir, semua itu bukan karena kesalahan kaum  barat tetapi karena kealpaan orang Islam sendiri.

Belajar dari pengalaman Jerald yang tercerahkan dan mendapat hidayah Islam karena melihat koleganya yang baik, maka seharusnya kaum Muslim itu harus selalu menunjukan keIslamannya, bukan dari pakaian tetapi dari sikap dan perilaku memperlakukan orang lain. Perbuatan kawan-kawan kita yang sering mengatasnamakan Islam dan berpakaian dengan simbol-simbol Islam tetapi perlakuannya kadang seperti tindakan pasukan salib era Ratu Isabela justeru banyak menambah kesalahpahaman orang lain terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Resensi Oleh : Sri Adini Ekastarti, Anggota NA tinggal di Sawangan Magelang Jawa Tengah

Judul Buku : Abrahamic Faiths Titik Temu dan Titik Seteru Antara Islam, Kristen, dan Yahudi
Penulis  : Dr. Jerald F. Dirks
Penerjemah : Santi Indra Astuti
Penerbit  : Serambi Jakarta/ September 2006
Tebal buku : 335 halaman

Sumber: Serambi Online Details Resensi 

Iklan

Read Full Post »

Surabaya – Sebanyak 14 tim robot dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya lolos mengikuti visitasi menuju babak final Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007 pada 9-10 Juni mendatang.

“Ke-14 tim itu terdiri atas enam tim KRI dan delapan tim KRCI, sedangn Kota Surabaya sendiri meloloskan tim terbanyak ke KRI dan KTCI 2007 yakni 28 tim,” ujar salah seorang tim juri KRI-KRCI, Ir Gigih Prabowo, di Surabaya, Kamis.

Enam tim KRI dari ITS adalah tim F4LCON, Idjo Atl, G-Rush, Q-Numb-On, Boxer, dan An Naml, sedang delapan tim KRCI adalah tim Erioll-V, And-Knee, IT-4U, aL Fath, Fatihah-e, Dzi-Gear, Mech Robo, dan Areva.

Untuk 14 tim dari Surabaya yang non-ITS terdiri atas empat tim KRI dan sepuluh tim KRCI. Empat tim KRI non-ITS adalah robot Sonic (Stikom), L46E (Ubhara), Rolens (Unesa), dan Robot Fenrir (Unika Widya Mandala).

Sementara itu, tim KRCI non-ITS adalah robot sAVioR (Untag), M-Bots (Ubhara), Spy-D!!! (UK Petra), Velocity_TEUS, Q-lan_TEUS, Saxori_TEUS (ketiganya dari Ubaya), Telo BOT, Cerberus, Go KONG (ketiganya dari Unika Widya Mandala).

“Dari hasil penilaian para dewan juri, KRI meloloskan sebanyak 59 tim robot yang akan divisitasi. Jumlah itu berasal dari 138 proposal yang masuk, sedang untuk KRCI berhasil meloloskan 72 tim dari 208 proposal dan laporan yang diterima panitia,” ungkapnya.

Dari jumlah itu, katanya, akan disaring lagi menjadi 40 tim untuk masing-masing jenis kontes (KRI/KRCI) yang berhak lolos ke babak final.

“Penilaian dalam visitasi adalah untuk KRI minimal sudah dilakukan pengerjaan dan robot bisa berjalan mencapai 70 persen, sedang untuk KRCI di atas 50 persen. Itu yang menentukan tim lolos untuk bisa divisitasi,” tegasnya.

Menurut Gigih, ada 10 orang juri yang akan melakukan visitasi yang disebar ke beberapa wilayah yakni lima orang dari ITS, dua orang dari ITB, dua orang dari Politeknik Bandung, dan satu orang dari UI.

“Para juri yang melakukan visitasi itu akan melakukan sistem silang, sehingga tidak mungkin juri yang berasal dari ITS menilai di Surabaya. Ini dilakukan untuk menjaga objektivitas penilaian,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua dewan juri KRI, Dr Ir Endro Pitowarno, mengatakan persaingan pada KRI tahun ini makin ketat.

“Itu dibuktikan dengan masuknya sebanyak 138 proposal dari berbagai perguruan tinggi yang menghasilkan 59 tim KRI. Kalau secara kualitatif, jumlah itu mengalami penurunan, tapi jika secara kuantitatif mengalami kenaikan yang sangat luar biasa, karena semua proposal yang masuk itu sudah bisa dibuat robotnya,” ucapnya.

Dalam aturan sebelumnya, tim yang lolos ditentukan hanya dari proposal, tapi aturan sekarang mengharuskan proposal yang masuk sudah bisa direalisasikan dalam bentuk robot.

ANTARA mencatat KRI 2007 mengambil tema “Pencarian Pulau Komodo” yang diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Kontes Robot Internasional (Robocon) 2007 di Hanoi, yakni Halong Buy Discovery.

Untuk KRCI akan tetap pada tema tahun sebelumnya yakni Robot Cerdas Pemadam Api. Kedua jenis kontes itu akan digelar di Graha ITS Surabaya.

“Tema KRI tahun ini jauh lebih sulit, karena memang desain lapangan yang disiapkan lebih menantang peserta untuk membuat robotnya lebih cerdas,” tuturnya.(*)

Sumber: ANTARA News

Read Full Post »

Jakarta – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mendukung penuh usul interpelasi yang digagas anggota Komisi I DPR terkait sikap pemerintah dalam penjatuhan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DKB PBB) pada Iran.

“Kebijakan pemerintah yang mendukung sanksi bagi Iran memang harus dipertanyakan karena bertentangan dengan mayoritas aspirasi rakyat,” kata Ketua Harian Presidium Majelis Nasional KAHMI Dr Abdul Asri Harahap, di Jakarta, Rabu.

Patut diduga, kata Harahap, keputusan pemerintah mendukung Resolusi 1747 DK PBB yang dirumuskan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya itu akibat adanya tekanan dari negara adidaya tersebut.

“Tidak semestinya Indonesia sebagai negara berdaulat tunduk pada tekanan negara lain, apalagi hal itu dimaksudkan untuk merugikan suatu negara berdaulat lainnya,” kata Harahap.

Lebih lanjut Harahap mengatakan, KAHMI sangat tidak memahami alasan pemerintah mendukung resolusi yang dibuat dengan semangat menghukum Iran secara sepihak terkait program nuklir yang dikembangkan oleh Iran tersebut.

“Sepihak karena AS dan sekutunya itu menghukum Iran karena faktor tidak senang. Ironisnya, Indonesia yang kemarin menunjukkan sikap bersahabat dan mendukung Iran, justru mendukung penjatuhan hukuman itu,” katanya.

Ditanya tentang adanya komentar bahwa dengan mengajukan interpelasi sebenarnya DPR hanya ingin “cari muka” pada rakyat, Harahap menilai pendapat itu terlalu tendensius.

“Kalaupun benar DPR mau cari muka, itu sah-sah saja, toh cari mukanya pada rakyat sendiri yang mayoritas memang ingin Indonesia bersahabat dengan Iran,” katanya.

Keputusan pemerintah mendukung penjatuhan sanksi lebih luas pada Iran oleh DK PBB melalui Resolusi 1747 mengundang reaksi keras di dalam negeri, terutama dari kalangan umat Islam.

Dua organisasi Islam besar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, terang-terangan menyatakan kecewa pada sikap pemerintah tersebut dan menyatakan tetap akan mendukung Iran yang mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.(*)

Sumber: ANTARA News

Read Full Post »

Moskow – Intelijen militer Rusia melaporkan adanya kesibukan yang dilakukan pasukan angkatan bersenjata AS dekat perbatasan Iran, kata seorang pejabat tinggi keamanan Rusia, Selasa.

“Data intelijen militer Rusia terkini menunjukkan peningkatan persiapan operasi militer AS baik di udara maupun darat terhadap Iran,” kata pejabat itu, dan menambahkan, Pentagon kemungkinan belum membuat keputusan final kapan serangan akan dilakukan.

Menurutnya, Pentagon sedang mencari suatu jalan untuk melakukan serangan terhadap Iran, “Hal itu akan memungkinkan orang-orang Amerika menaklukkan negara itu dengan biaya minimal.”

Dia mengatakan, kehadiran Angkatan Laut AS di Teluk Persia untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir mencapai suatu tingkat yang terjadi segera sebelum invasi AS ke Irak pada Maret 2003.

Letnan Jenderal Leonid Ivashov, wakil presiden Akademi Ilmu Geografi Rusia seperti dikutip Ria Novosti mengatakan pekan lalu, Pentagon sedang merencanakan suatu serangan udara secara besar-besaran ke infrastruktur militer Iran dalam waktu dekat.

Sekelompok kapal induk baru AS telah diberangkatkan ke Teluk itu.

Kapal induk The USS John C. Stennis yang mengangkut 3.200 pasukan dan sekitar 80 pesawat tempur, termasuk pesawat pembom F/A-18 Hornet dan Superhornet, delapan kapal pendukung, dan empat kapal selam nuklir sedang menuju Teluk. Sementara kelompok kapal induk serupa, USS Dwight D. Eisenhower, telah berada di Teluk itu sejak Desember 2006.

AS juga sedang mengirimkan sistem anti-rudal Patriot ke kawasan itu.(*)
Sumber: Antara

Read Full Post »

Karakas – Presiden Venezuela, Hugo Chavez, Ahad, menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia agar menghentikan apa yang dikatakannya sebagai rencana AS untuk menyerbu Iran.Chavez, saat berbicara sehari setelah Dewan Keamanan (DK) PBB melakukan pemungutan suara guna memperkeras sanksi atas Iran sehubungan dengan penolakannya untuk mengungkapkan program nuklirnya, mengutip laporan pers Rusia yang dilaporkan merinci waktu dan tempat serangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat — yang disebut sebagai kekaisaran.

“Kekiasaran sedang mengerahkan kapal induk dan telah mengerahkan tentara guna menghadapi Iran,” kata Chavez, yang berbicara pada program siaran “Hello, Mr. President”.

Ia berharap dunia “akan menghentikan kegilaan imperial ini untuk menyerang siapa saja sesukanya. Kongres Amerika Serikat, PBB dan sebagian besar negara tangguh di dunia diharapkan dapat menghentikan kegilaan kekaisaran Amerika ini”.

Hari ini Iran, besok mungkin saja Belarus, Venezuela, atau siapa yang tak mereka sukai, katanya kepada AFP.

Chavez adalah sekutu dekat Presiden Kuba Fidel Castro dan pengeritik tajam Presiden AS George W. Bush.

Ahmadinejad

Ia menjamu Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Karakas pada Januari. (*)
Sumber : Antara

Read Full Post »